Dulohupa.id – Sebanyak 112 kendaraan diamankan polisi pasca kerusuhan di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Ratusan kendaraan itu diantaranya 110 sepeda motor dan dua mobil yang digunakan para pendemo untuk memuat sound sistem.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro mengaku saat ini kendaraan sepeda motor yang ditahan tersebut belum diketahui pemiliknya. Sebab kendaraan tersebut tertinggal saat polisi membubarkan massa aksi.
“Sejumlah kendaraan itu kita temukan saat kejadian ceos dan ada motor yang tertinggal di jalan kemudian kita amankan dan di bawah ke Polres Pohuwato,” ujar Kabid Humas Desmont Harjendro, Sabtu (23/9/2023).

Desmont juga menjelaskan jika ada masyarakat yang merasa kehilangan motor atau yang mengetahui kendaraan dibawa oleh pihak kepolisian, diminta datang ke Polres Pohuwato.
“Ya silahkan bagi masyarakat yang merasa ada motor di polres, silahkan datang ke polres. Tentunya dengan membawa surat-surat tanda bukti pemilikan motor, seperti STNK, dan BPKB,” jelasnya.
Sebelumnya sebanyak 40 orang yang diamankan dalam unjuk rasa berujung anarkis tersebut. Namun polisi menyebut baru 5 orang sudah ditetapkan tersangka dan kemungkinan akan bertambah.
“Hari ini kita sudah tetapkan tersangka, untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penahanannya dilakukan di Polda Gorontalo. Sementara ada 5 Orang dan kemungkinan akan bertambah. Kita masih lakukan pemeriksaan kepada yang lainnya di Polres Pohuwato,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro saat ditemui di Polres Pohuwato, Sabtu (23/9/2023).
Polisi belum bisa merinci peran masing-masing dari 5 tersangka, namun mereka ditetapkan tersangka terkait pengrusakan di perusahaan tambang emas PT Merdeka Copper Gold, Pembakaran Kantor Bupati dan penyerangan terhadap anggota polisi.
“Untuk siapa orangnya nanti kita akan sampaikan lagi beserta pasal pidananya, tapi yang jelas 5 orang sudah ditetapkan tersangka dan mereka warga Pohuwato.
Polisi juga belum memberikan keterangan lebih jelas terkait status 5 tersangka apakah merupakan penambang atau tidak.
“Penamabang atau tidaknya, nanti kita cek kembali ya. karena di identitas (KTP) mereka bukan pekerjaan penambang. Jadi kita harus buktikan dulu apakah mereka memang bebar-benar bekerja sebagai penambang atau masyarakat
Sementara Desmont juga menyebut sejumlah warga yang sempat diamankan sudah dipulangkan karena tidak terbukti.
“Memang sudah ada beberapa orang yang sudah dipulangkan dan hanya dijadikan saksi,” pungkasnya.
Reporter: Hendrik Gani











