Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Youtuber ini Salat Tahajud Sebelum Kibarkan Bendera di Puncak Pakaya Tower Limboto

Dulohupa.id – Pada perayaan HUT ke-75 RI kemarin, masyarakat Provinsi Gorontalo dihebohkan dengan aksi nekat seorang pemuda yang tanpa pengaman sama sekali, naik ke puncak Pakaya Tower Limboto, untuk mengibarkan bendera merah putih, Senin (17/8).

Adalah Akbar Mahmud Ngeli, youtuber asal Gorontalo yang lantas mengunggah aksinya itu di akun youtube pribadinya. Kepada Dulohupa.id, Akbar atau yang biasa disapa Opan, dan merupakan warga Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo itu bercerita, bahwa aksinya tersebut telah ia persiapkan jauh-jauh hari. Ia bahkan telah membeli dua buah bendera untuk dikibarkan di dua titik berbeda.

Opan yang ditemui di kediamannya saat ini, di Kelurahan Bolihuanga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo itu mengaku, bahkan menyempatkan diri untuk salat tahajud pada malam sebelum melancarkan aksinya.

Curhat Opan, bahwa sebelum melakukan aksinya, ia terlebih dahulu menghubungi lima rekannya. Mereka lantas berkumpul di salah satu rumah rekannya tersebut dan pada pukul 03 pagi. Setelah ia dan rekan-rekannya bertemu, mereka bergegas menuju Pakaya Tower pada pukul 05:30 WITA.

“Mereka berlima yang menemani saya pergi ke tower itu. Yaitu, Arvin Menu, saya sendiri, Defriyansyah Puyuyu alias Dimas, Tiyo hermanto, Vito Nur, dan Kelvin Kai,” ujar Opan

Setelah melakukan perjalanan dengan sepeda motor, tepat pukul 06:30, mereka sampai di Pakaya Tower. Opan lantas mengaku segera memanjat tower setinggi 65 meter itu dengan menaiki rangka tangganya. Sebab, ia sendiri memang tidak mau ada warga maupun polisi yang tahu aksi yang akan ia jalankan hari itu. .

Menaiki puncak tower, Opan mengaku hanya membawa bendera, tali, tongkat, gawainya, dan tongkat narsis (tongsis). Di atas sana, ia lantas menunggu hingga pelaksanaan upacara bendera dan menancapkan bendera di atas tower tersebut.

“Ketika upacara bendera (berlangsung) saya langsung kibarkan (bendera) dengan kata merdeka,” curhat Opan dengan bersemangat.

Tak jera, Opan bahkan mengaku bahwa aksi itu barulah permulaan. Sebab, ia sendiri berencana akan melakukannya lagi tahun depan di lokasi yang berbeda.

“Setelah di Tower Pakaya, (Tugu) Monas (DKI Jakarta) sasaran saya selanjutnya. Kalau diizinkan. Ini bentuk spontanitas saya sendiri tanpa paksaan orang lain,” kata Opan memungkasi kisahnya.

Polisi akan lakukan pemanggilan

Sementara itu, di tempat terpisah, Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana mengatakan, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan nya terkait aksinya di Tower Pakaya.

“Kami akan mengundang yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya. Pasalnya, apa yang dilakukannya sangatlah berbahaya,” kata Ade.

Ade juga menjelaskan, aksi yang dilakukan oleh Opan itu tidaklah pantas untuk ditiru oleh masyarakat.

“Aksi pemuda itu jangan ditiru oleh kalangan-kalangan lain, pasalnya bisa-bisa menimbulkan kecelakaan yang fatal dan pasti bisa menghilangkan nyawa,” tutup Ade Permana.

Reporter: Fandiyanto Pou