Dulohupa.id- Warga di kawasan Pasar Sabtu Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mengeluhkan saluran air di kawasan itu. Sebab, saluran dengan lebar empat meter tersebut, tampak dipenuhi sampah plastik. Wajar, pemandangan kumuh itu pun mendapatkan protes dari warga sekitar.
Seorang warga bernama Ramsi misalnya, mengaku bahwa tumpukan sampah setinggi kurang lebih dua meter tersebut, bukanlah ulah masyarakat setempat. Ia pun menuding, bahwa sampah-sampah itu dibawa oleh arus sungai dari hulu.
“Saya rasa ini bukan hasil dari limbah kami yang di pasar, kalo limbah dari pasar otomatis dia akan terkumpul di gorong-gorong yang setelah pasar, bukan justru di situ (sebelum pasar). Logikanya kan begitu” ujar Ramsi yang juga sebagai pedagang di pasar itu, siang tadi, Rabu (25/8/2021).
Ia pun mengaku resah dengan pemandangan yang ditimbulkan oleh sampah tersebut. Menurutnya, pemandangan itu menimbulkan kesan kumuh. Secara tidak langsung, mengurangi minat masyarakat berbelanja.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo, Walid M. Ali menyampaikan bahwa, hal tersebut sebetulnya bukan merupakan tanggung jawab dari DLH, melainkan balai sungai karena masuk dalam kategori sungai besar.
“Terlepas dari ini masalah lingkungan, sebetulnya itu bukan wilayah tanggung jawab kami melainkan tugas dari balai sungai,” ujar Walid saat ditemui oleh Dulohupa.id.
“Hanya saja kami tetap berterima kasih kepada masyarakat dan teman-teman media sudah memberikan informasi ini, sekaligus juga kami akan tetap sesegera mungkin menurunkan petugas, meninjau sekaligus membersihkan sampah tersebut,” lanjutnya.
Walid juga menerangkan, bahwa penyebab dari sampah tersebut juga biasanya akibat dari adanya bangunan di atas saluran air yang didirikan oleh pedagang setempat.
“Itukan sebetulnya ada bangunan di atasnya. Nah tiang-tiang penyangga bangunan yang ada di saluran itulah yang bisa jadi penyebab terhambatnya sampah-sampah itu,” tutur Walid.
Walid juga mengimbau, agar aparat kelurahan setempat bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah di sungai.
Reporter: Reinaldi Julfikram











