Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPEMKAB POHUWATOPOHUWATO

Wabup Pohuwato: Bidan Garda Terdepan Tekan Kematian Ibu dan Bayi

×

Wabup Pohuwato: Bidan Garda Terdepan Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini
Bidan
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam saat Membuka Webinar Nasional Perayaan HUT IDI ke-74.foto/ist

Dulohupa.id – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pohuwato berlangsung meriah di Gedung Panua pada Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan seminar dan workshop ini mengusung tema “Peran Strategis Bidan Dalam Menyelamatkan Kesehatan Ibu Melalui Upaya Preventif, Promotif, dan Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045”.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam dan dihadiri Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, Ketua IBI Provinsi Gorontalo, Ervina Hasania, S.St., M.Kes, Sekretaris BKPSDM Rahmat Ma’ruf, Plt. Direktur RSUD Bumi Panua dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, M.Ked, serta jajaran dokter, Ketua PC IBI Kabupaten Pohuwato, Yayun Gunibala.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Iwan Adam menegaskan bahwa bidan memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar membantu proses persalinan. Menurutnya, bidan adalah garda terdepan dalam memastikan kualitas hidup generasi masa depan. Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika kesehatan ibu dan anak hari ini dipastikan optimal.

Ia juga menyampaikan dalam masa lampau bidan dikenal dengan dua jenis yaitu, bidan di kampung yakni bidan yang bersekolah dengan profesi bidan, dan bidan kampung di era 70an dan 80an yaitu, bidan kampung yang dipercaya warga sekitar meski tanpa melalui jenjang pendidikan, hal itu dikarenakan minimnya tenaga medis.

Lebih lanjut, Iwan Adam menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi bidan, menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta memperkuat kebijakan pelayanan maternal dan neonatal.

“Kami percaya, tanpa bidan yang kuat, mustahil kita mencapai target penurunan angka kematian ibu dan bayi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa di tengah perkembangan teknologi dan transformasi sistem kesehatan peran bidan tetap tidak tergantikan. Sentuhan empati, kedekatan dengan masyarakat, dan pelayanan yang humanis menjadi nilai penting yang justru makin dibutuhkan.

“Oleh karena itu, melalui peringatan ini, saya mengajak kita semua memperkuat sinergi. Mari kita melangkah bersama membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas sehingga Indonesia siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Wabup juga menyampaikan dan memberi penghargaan kepada seluruh bidan yang telah mengabdi dengan tulus di berbagai wilayah, termasuk pelosok dan daerah sulit.

Terakhir dirinya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga yang berhalangan hadir karena kegiatan di luar daerah.

“Beliau menitipkan salam kepada seluruh bidan yang merayakan HUT IBI ke-74. Harapannya, para bidan tetap sehat dan kuat dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab,” ucap Iwan Adam.

Sebelumnya, Ketua Panitia HUT IDI, Yulita Makahekung A.Md.Keb, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 300 peserta. Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, antara lain Ketua PD IBI Provinsi Gorontalo, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anestesi, serta dokter spesialis kejiwaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama satu hari.

Turut hadir hadir dalam kegiatan itu perwakilan TP. PKK Pohuwato yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Risnawati Adam Ali, SP, Ketua DWP Pohuwato, Suriyati Datau R. Abdjul, Ketua GOW Pohuwato, Suharsi Igirisa, Ketua PIAD Pohuwato, serta Persit.