Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKOTA GORONTALOPemilu 2024PERISTIWA

Tak Terpilih, Oknum Caleg di Gorontalo Tarik Bantuan Tandon Air

×

Tak Terpilih, Oknum Caleg di Gorontalo Tarik Bantuan Tandon Air

Sebarkan artikel ini
Oknum Caleg Gorontalo
Tim Sukses salah satu oknum Caleg yang diklaim saat mengambil kembali bantuan tandon air dari masyarakat/Ist

Dulohupa.id – Tidak terpilih di perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, seorang oknum Calon Legislatif (Caleg) di Kota Gorontalo tarik kembali bantuannya yang diberikan kepada masyarakat.

Dari informasi yang dihimpun Dulohupa, bantuan tersebut berupa sebuah tandon air (penampungan air) berukuran 650 Liter yang diberikan pada Jumat (09/02/2024) sebelum pencoblosan kepada Abdullah Usman di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Menurut keterangan Ariyanto Abdullah, anak dari Abdullah Usman menjelaskan, tandon air diminta kembali oknum Caleg pada Rabu (28/02/2024) kemarin.

“Kemarin itu, sebe (ayah) diberikan tong (tandon air). Tapi saat diberikan tidak ada perjanjian atau kontrak, kalau yang mana jika tidak terpilih nanti, FD (Caleg) akan mengambil tong ini. Tidak ada perjanjian begitu. Cuman tiba-tiba, setelah pemilihan suaranya tidak ada, ada TS (tim sukses) maupun dia (Caleg) sudah telpon sebe saya, katanya ini tong mau diambil lagi,” ujar Ariyanto kepala Dulohupa, saat ditemui di kediamannya, Jumat (01/03/2024).

Bantuan Caleg
Ariyanto Abdullah saat memberikan keterangan terkait TS salah satu oknum caleg yang tarik kembali bantuannya berupa tandon air di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Foto/yayan

Selanjutnya, Abdullah Usman berupaya mengkomunikasikan dengan caleg tersebut agar bantuannya tidak ditarik kembali, dengan cara membayar harga tandon air tersbeut.

“Bahkan orang tua saya, sudah katakan sama dia (Caleg) ini, kalau seandainya mau diambil ulang, saya akan cicil saja, karena orang tua saya malu kalau mau diambil ulang karena sudah terpasang,” ukarnya.

Atas kejadian itu, dirinya berharap agar nantinya pada masa-masa yang akan datang untuk tidak lagi terjadi hal serupa kepada masyarakat di Gorontalo.

“Harapan saya, cuman ini pembelajaran untuk TS maupun caleg. Apabila sudah ada yang diberikan, tolong jangan seperti itu (diambil kembali), itu sama saja memalukan kami,” tutupnya.

Ariyanto menambahkan bahwa tandon airnya yang lama juga merupakan pemberian dari salah satu caleg pada Pemilu sebelumnya, namun tidak sampai ditarik kembali.

Reporter: Yayan