Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Korban Hanyut di Sungai Taluditi Dihentikan

×

Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Korban Hanyut di Sungai Taluditi Dihentikan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi Basarnas/

Dulohupa.id- Proses pencarian korban meninggal yang hanyut terbawa arus sungai di tambang Longgi, Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato, dihentikan. Hal ini disampaikan Aripudin, anggota Basarnas Provinsi Gorontalo, Minggu (29/8).

Aripudin menjelaskan, bahwa banyak kendala yang dihadapi tim saat melakukan pencarian. Salah satunya dihadapkan dengan medan yang sangat ekstrim dan jarak yang sangat jauh saat menuju lokasi kejadian.

“Sudah dihentikan, sekarang tinggal pemantauan, karena sesuai SOP kita cuma sampai tujuh hari. Dan untuk kendala kita saat melakukan pencarian itu adalah jarak dan medan yang sangat ekstrim. Untuk jaraknya sendiri menuju lokasi bisa ditempuh sampai 3 hari” ujarnya.

Tidak  hanya saja medan yang ektrem, juga sungai sepanjang 60 KM itu dihuni oleh beberapa binatang buas seperti buaya.

“Penyisiran sudah kita lakukan dan sudah membongkar reruntuhan longsor, dan setelah itu kita menuju aliran sungai. jika diambil garis lurus (mengikuti aliran sungai), jarak sungai tersebut memiliki panjang 60 mm, dan pada saat penyisiran kita bertemu dua ekor buaya” ungkap dia. 

Sampai saat ini, Aripudin mengaku masih akan dilakukan pemantauan. Jika suatu saat ada laporan, maka dirinya mengaku tim akan segera meluncur kembali ke lokasi.

“Sekarang kita hanya melakukan pemantauan selama tiga hari ke depan, jika ada laporan penemuan mayat korban, kami akan segera meluncur ke lokasi,” sambung Aripudin.

Tak hanya itu, menurut Aripudin bahwa yang terjadi itu ada dua kemungkinan, antara tertimpah longsor dan hanyut terbawah arus. Sebab, dirinya mengaku bahwa lokasi tambang tersebut berada di atas jalur sungai.

“Ada dua kemungkinan, kalo dia tidak tertimpah longsor maka dia hanyut, karena posisi tambang tersebut berada di atas aliran sungai, dan sungainya memang asli ekstrem karena sungainya sangat besar,” imbuhnya.

Selama tujuh hari pencarian Aripudin mengaku sudah menemukan beberapa barang korban tersebut, yaitu berupa mantel hujan, dan sepatu korban.

“Ada beberapa yang sudah kita temukan, yaitu mantel hujan dan sepatu korban, tapi mayatnya tidak ada,” tutupnya.

Sebelumnya, Suharto Towalu (46), warga Desa Waluhu, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, dikabarkan hanyut terbawa arus Sungai Longgi Kecamatan Taluditi, Pohuwato, Sabtu kemarin (21/8/2021).

Dari informasi yang dirangkum dulohupa.id, peristiwa nahas tersebut dialami oleh Suharto, setelah hendak pulang dari lokasi tambang Ilegal Longgi. Karena itu, tim Basarnas Gorontalo bersama BPBD setempat, mulai melakukan pencarian sejak Minggu sore (22/8/2021).

Reporter: Hendrik Gani