Dulohupa.id – Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan Hari Besar Islam yang selalu diperingati oleh umat Islam. Demikian pula bagi masyarakat di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW dengan menggelar tradisi Walima di Masjid Turobunnuur Sipatana, Sabtu (08/10/20220).
Dari pantauan Dulohupa, kegiatan ini dihadiri ratusan orang dewasa hingga anak-anak. Terlihat juga berbagai jenis makanan dan kue tradisional menghiasi Tolangga dan Toyopo.
NONTON VIDEONYA: Semarak Maulid Nabi Muhammad di Masjid Turaabinnuri Sipatana
Tradisi Walima di Masjid Turobunnuur Sipatana telah dimulai pada Jumat malam dengan prosesi Dikili (Dzikir) yang berisi shalawat dan kisah Nabi Muhammad SAW yang dilantukan dalam bahasa daerah Gorontalo. Dikili dimulai setelah shalat Isya berjamaah hingga pagi hari.
Dalam tradisi Walima, warga mengawalinya dengan menyiapkan kue-kue tradisional, seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, pisang hingga makanan berupa nasi kuning yang disusun sedemikian rupa pada Tolangga berbentuk kubah masjid.
Makanan atau berbagai kue sebelumnya telah dikemas dalam plastik, ditata, dan dihias sedemikian rupa sebelum diarak, baik dengan berjalan kaki bersama atau dengan menggunakan kendaraan seperti mobil, yang mampu menarik perhatian ribuan warga yang memadati tepi jalan.
Setiap perayaan ini, ratusan warga juga sudah berkumpul dan menunggu di masjid, dimana tempat walima menjadi tujuan akhir.
Warga terlebih dahulu memanjatkan doa maulid atas kegiatan dan rasa syukur atas apa yang telah diberikan. Setelah doa maulid di masjid selesai, ribuan kue-kue tersebut direbut atau dibagi-bagikan kepada warga untuk dibawa pulang ke rumah, karena menurut mereka hal tersebut membawa sebuah keberkahan ketika memperoleh makanan yang sudah didoakan.

Anggota DPRD Kota Gorontalo, Alwi Podungge mengapresiasi hingga saat ini masyarakat khusunya di Kecamatan Sipatana masih melaksanakan Maulid Nabi Muhammad.
Alwi berharap masyarakat di Kecamatan Sipatana dapat meneladani kehidupan Nabi Muhamad dalam kehidupan sehari-hari. Serta dapat menjaga kelestarian Tradisi Walima.
“Tradisi ini memang sudah turun temurun sejak abad ke-14. Semoga kita semua senantiasa menjaga tradisi ini sebagai kekayaan budaya daerah Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad,” tutur Alwi saat ditemui di masjid Turaabinnuri Sipatana.
Eki/Dulohupa












