Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOPEMPROV GORONTALO

Satu Tahun Kepemimpinan Gusnar-Idah, Agromatim Gorontalo Makin Maju

×

Satu Tahun Kepemimpinan Gusnar-Idah, Agromatim Gorontalo Makin Maju

Sebarkan artikel ini
Agromartim Gorontalo
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saat menyerahkan bantuan program Agromartim dengan memakaikan rompi Forikan kepada penjual ikan keliling yang menandai penyerahan bantuan motor berkotak pendingin di Pelabuhan Gorontalo beberapa waktu lalu. Dok: Diskominfotik

Dulohupa.id – Kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo sudah berjalan satu tahun pada Jumat 20 Februari 2026.

Jauh sebelum dilantik Presiden Prabowo, Gusnar-Idah dalam kampanye politiknya dihadapan masyarakat telah menggagas lima program unggulan yakni peningkatan kualitas umber daya manusia (SDM), Agromaritim, Peningkatan UMKM, Pariwisata dan Pembangunan Infrastruktur.

Dua sosok berpengalaman ini akhirnya terpilih dalam konstetasi Pilkada 2024. Berjalannya waktu, Gusnar-Idah memperlihatkan keseriusannya untuk memujudkan visi Gorontalo Maju dan Sejahtera dengan menjalankan 5 program unggulan. Salah satu program yang sangat menonjol yakni Agromartim demi meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan kelautan (perikanan) secara berkelanjutan.

Kenapa tidak, setelah dilantik Gubernur Gorontalo sangat intens melobi pemerintah pusat agar memberikan dukungan, bahkan sejumlah Menteri seperti Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung potensi kelautan dan perikanan di Gorontalo pada April 2025 lalu. kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Gorontalo itu menjadi peluang emas bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengoptimalkan Pelabuhan Kwandang menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail juga memperoleh dukungan penuh dari Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, untuk program strategis agromaritim daerah itu. Komitmen dukungan tersebut diberikan secara langsung oleh Menhub usai pertemuan dengan gubernur di Jakarta.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa layanan tol laut khusus pengangkutan ternak pada tahun 2026 akan tetap beroperasi melayani rute yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kapal KM Cemara Nusantara 05 yang berpangkalan di Pelabuhan Kwandang akan konsisten melayani rute keliling menuju sejumlah pasar potensial, yakni Kwandang-Tarakan-Balikpapan-Kupang-Banjarmasin dan kembali ke Kwandang. Peningkatkan pengangkutan ternak yang dimaksud berfokus pada pengembangan peternakan sapi sebagai pengungkit pendapatan masyarakat.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Pemprov tidak hanya membagikan bantuan sapi, tetapi juga aktif membuka dan memfasilitasi pasar. Sebelumnya sebanyak 793 ekor sapi mulai disalurkan pada 23 Oktober 2025 ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari program penguatan ekonomi rakyat.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyerahkan bantuan yakni sarana usaha perikanan berupa lima unit kapal taksi nelayan 5 Gross Ton (GT) kepada Nelayan. Adapula bantuan sarana pemasaran bagi penjual ikan keliling berupa 97 motor berkotak pendingin pada November 2025 lalu.

Kemudian Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada Desember Tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Indonesia Timur. Hal ini sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik yang merilis bahwa NTP Gorontalo pada Desember 2025 berada pada angka 120,89 dan mengungguli daerah lain di kawasan Indonesia Timur. Capaian ini menjadi indikator penting meningkatnya kesejahteraan petani, sekaligus menunjukkan membaiknya daya beli petani terhadap berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun proses produksi pertanian.

Di angka 120,89 maka ini bisa diartikan bahwa ini merupakan cerminan dari tingkat kesejahteraan petani Gorontalo yang terus meningkat, dan ini artinya keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk program Agromaritim mulai menunjukkan sudah on the track. Pemerintah menjadikan NTP sebagai salah satu acuan utama dalam perumusan kebijakan sektor pertanian. Dengan tingginya NTP Gorontalo, kebijakan yang berpihak pada petani dinilai berjalan efektif, baik melalui pengendalian harga, peningkatan produksi, maupun dukungan sarana dan prasarana pertanian. Ke depan, capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendorong kesejahteraan petani yang berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

Kemudian Agromaritim di sektor peternakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai melaksanakan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional yang secara resmi di mulai melalui kegiatan ground breaking di enam provinsi di Indonesia. Program strategis ini diinisiasi Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, dengan Gorontalo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan tahap awal.

Kegiatan ground breaking dipusatkan di Kabupaten Gorontalo Utara, tepatnya di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek pada Jumat (6/2/2026) lalu. Ground breaking dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro serta Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa.

Kawasan tersebut telah disiapkan sebagai wilayah strategis pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi (integrated poultry) yang mencakup pembangunan berbagai unit produksi dari hulu hingga hilir dalam satu rantai industri modern.

Pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara tersebar di beberapa titik lokasi. Lokasi utama ground breaking berada di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, dengan luas lahan sekitar 5 hektare. Selain itu, kawasan pendukung lainnya meliputi Desa Motilhelumo, Kecamatan Sumalata Timur seluas 3 hektare, Desa Putiana, Kecamatan Anggrek seluas 2,5 hektare, serta Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito dengan luas mencapai 10 hektare.

Pasokan benih, pupuk, harga padi dan jagung terus dijaga dengan stimulan yang berpihak pada petani. Aksebilitas komoditi pertanian antar pulau diperlancar. Gorontalo menjadi “eksportir” ternak sapi dan jagung ke Tarakan serta kota-kota lain di Sumatera dan Jawa.

Selama satu tahun terakhir, empat program unggulan lainnya juga kian tumbuh. Dari aspek pendidikan dan kesehatan juga terus membaik. Indeks Pembangunan Literasi (IPL) jadi 77,46 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 70,39 persen. Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 8,38 tahun dan harapan lama sekolah menjadi 13,18 tahun. Di bidang kesehatan, Status universal health covarage (UHC) Gorontalo berada di predikat utama dan menjadi yang terbaik nasional. Jumlah kepesertaan JKN di Provinsi Gorontalo sebanyak 1.268.585 jiwa dan tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 95,28 persen. Jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 85 persen. Prevelensi tengkes (stunting) tahun 2025 turun hingga mencapai 5,34 persen berdasarkan data EPPBGM.

Dari semua hal yang sudah dipaparkan tadi, masih perlu dicek lagi manfaatnya secara langsung bagi masyarakat. Sektor ril dalam bentuk UMKM dan koperasi bergerak maju hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Bantuan UMKM sebanyak 7.163 usaha diintervensi melalui APBD DAN 1.149 UMKM melalui bantuan BAZNAS. Dari sisi permodalan, 50 koperasi telah diintervensi sehingga total koperasi aktif meningkat jadi 1.721 koperasi.

Hasilnya, tahun 2025 UMKM dilaporkan tumbuh 16,29 persen menjadi 122.690 UMKM. Kinerja ini mendorong kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB meningkat mencapai 4,89 persen dengan laju pertumbuhan 16,36 persen atau meningkat 0,5 dibanding tahun 2024.

Terakhir dalam skala makro, ekonomi Gorontalo tumbuh signifikan ditandai dengan peningkatan realisasi investasi 2,5 persen dari tahun 2024 menjadi Rp5.217 triliun. Nillai ekspor Gorontalo yang paling gila, naik 49,45 persen dibanding tahun 2024 yang hanya USD60,70 juta menjadi USD89,78 juta.

Terakhir Pogres pengelolaan APBD Pemprov Gorontalo menjadi salah satu yang terbaik se-Indonesia Raya. Selain memperpanjang rekor pengelolaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Gorontalo berada di posisi pertama realisasi pendapatan sebesar 106,89 persen dan posisi keenam realisasi belanja sebesar 92,78 persen hingga akhir tahun. Duet Gusnar – Idah paham betul APBD yang hanya sekitar Rp1,8 triliun perlu dikelola dengan baik. Sumber pemasukannya ditingkatkan, pengeluarannya diserap cepat dengan efektif dan efisien. Siklus yang saling berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi.

Redaksi