Untuk Indonesia

Rusli Minta Pemerintah Pohuwato Tak Ampuni Perusak Hutan Mangrove

Dulohupa.id- Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta Pemerintah Pohuwato untuk tak kenal ampun terhadap para perusak lingkungan, terlebih perusak hutan mangrove di wilayah tersebut. Pernyataan Rusli itu didukung oleh semakin rusaknya hutan mangrove dari pesisir Paguat hingga ke Popayato. 

“Ibu Wakil Bupati (Suharsi Igirisa) pernah jadi ketua DPRD di Pohuwato, pernah juga jadi anggota DPRD Provinsi mewakili wilayah barat. Saya perlu tegaskan sekarang ibu sudah di Eksekutif, jangan lagi memberikan izin atau mentolerir oknum-oknum yang merusak lingkungan,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat menghadiri penanaman mangrove di Kabupaten Pohuwato, pada Selasa 16 November 2021 kemarin. 

Adapun kerusakan hutan mangrove itu karena banyak oknum yang tidak bertanggungjawab mengalihfungsikan hutan itu menjadi tambak ikan. Karena itu, ia meminta agar Pemkab Pohuwato tak lagi mengeluarkan izin untuk aktivitas tersebut. 

“Jangan lagi memberikan izin atau mentolerir oknum-oknum yang merusak lingkungan. Terutama dari wilayah Paguat sampai dengan Popayato itu lahan-lahan untuk tambak udang sangat-sangat menyayangkan kita, bahwa ratusan hektar mangrove dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, seakan-akan oleh pemerintah dibiarkan saja, seakan-akan dilihat tapi tidak ditindak lanjuti,” sambungnya.

Tidak hanya kerusakan di wilayah pesisir, kerusakan juga kata Rusli terjadi di bagian hulu. Banyak penggundulan hutan terjadi di wilayah pegunungan Pohuwato. Hal itu karena masifnya aktivitas ilegal loging, tambang liar, dan tambak. 

“Belum lagi illegal mining atau tambang liar, ilegal loging juga marak di Provinsi Gorontalo ini. Sehingga marilah sama-sama kita bahu-membahu untuk mencegah kerusakan lingkungan kita ini,” ungkap Rusli. 

Gubernur dua periode itu berpesan, agar para pejabat tidak meninggalkan bom waktu kepada anak cucu berupa kerusakan lingkungan.

“Jangan kepemimpinan kita, Rusli Habibie jadi gubernur 10 tahun tapi meninggalkan bom waktu untuk anak cucu, yaitu kerusakan hutan dan mangrove,” ujarnya.

Ia pun berharap masyarakat mendukung apa yang jadi program pemerintah. Dirinya juga meminta komitmen dari pemerintah dan Forkompinda Kabupaten Pohuwato untuk mendukung program pemerintah.

“Ini juga harus ada dukungan dan kesadaran dari masyarakat. Saya juga meminta pemerintah dan Forkompinda Kabupaten Pohuwato komitmen untuk mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan,” tutup Rusli. 

**

Comments are closed.