Untuk Indonesia

Rusli ke Pemda Pohuwato: Tanam Pohon Jangan Hanya Seremonial

Dulohupa.id- Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menyinggung komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato dalam menjaga lingkungan. Misalnya dalam melakukan penanaman pohon, Rusli meminta agar para pejabat tidak hanya menanam, namun memastikan agar pohon yang ditanam, tumbuh. 

“Saya sering lihat berita, pak gubernur, bupati dan lain-lain menanam pohon sekian ribu, tapi kita ngga pernah lihat lagi, apakah yang kita tanam itu hidup atau tidak. Jadi yang penting di sini kelanjutan penanaman, jangan hanya pada acara-acara seremonial seperti ini,” ungkap Rusli saat memberikan sambutan pada penanaman 53 ribu mangrove oleh Pemkab Pohuwato, Selasa (16/11).

Apalagi menurut Rusli, 70 persen hutan mangrove di Kabupaten Pohuwato dalam keadaan rusak. Kerusakan itu kata dia karena alih fungsi lahan.

Tidak hanya hutan mangrove yang kerusakannya parah, Rusli juga menyinggung perilaku petani di Pohuwato yang kerap berpindah-pindah. Menurutnya, perilaku itu menjadikan lebih banyak hutan dibuka untuk dijadikan lahan pertanian. 

Karena itu, ia beberapa tahun lalu mengaku, sudah mengeluarkan kebijakan yang melarang petani menanam jagung di kemiringan 0,15 persen. 

“Yang di gunung-gunung kerusakan hutan diakibatkan oleh petani yang berpindah-pindah. Tahun lalu saya sudah buat kebijakan tidak boleh lagi menanam jagung di atas kemiringan sudah di 0,15 persen,” imbuhnya

Sebab, ia menceritakan, bahwa dirinya pernah ditegur oleh Menteri PU di depan Presiden. Saat itu Menteri PU mengungkapkan bahwa Gorontalo hebat bisa produksi jagung 2 juta ton per tahun. Sayangnya, saat itu Menteri PU menyinggung soal bencana banjir yang justru diakibatkan oleh masifnya lahan jagung di Gorontalo. 

“Saya pernah, pak Danrem pak Kapolda ditegur oleh menteri PU di depan pak Presiden. Ketika itu kami lagi rapat terbatas para gubernur. Beliau mengatakan jagung Gorontalo hebat, bisa mencapai 2 juta ton pertahun. Tapi juga beliau berikan jempol saya ke bawah, karena banyak infrastruktur saya, jalan, jembatan, dan lain-lain rusak diterjang banjir, karena penggundulan hutan yang tidak terkendali lagi (gara-gara penanaman jagung itu),” ujarnya.

**

Comments are closed.