Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Puluhan Motor Terjaring Razia Balap Liar di Gorontalo, Pelaku Didominasi Pelajar

×

Puluhan Motor Terjaring Razia Balap Liar di Gorontalo, Pelaku Didominasi Pelajar

Sebarkan artikel ini
Razia Balap Liar
Petugas Satlantas Polresta Gorontalo Kota Mengamankan Motor Terduga Pelaku Balap Liar. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota mengamankan puluhan unit sepeda motor saat menggelar razia penertiban balap liar di kawasan Bundaran Tugu Saronde, Kota Gorontalo, Minggu dini hari, (30/8/2026).

Mayoritas sepeda motor yang terjaring razia tersebut telah dimodifikasi tidak sesuai standar dan menggunakan knalpot brong. Tidak hanya itu, para pelaku balap liar yang terjaring didominasi oleh anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar.

“Aksi mereka sangat meresahkan warga dan pengguna jalan. Saat kami amankan, beberapa di antaranya bahkan berada di bawah pengaruh minuman keras,” ujar Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim.

Penertiban ini berawal dari nekatnya para pemuda yang menggelar balap liar di tengah lalu lintas kota yang masih ramai dilintasi kendaraan. Aksi tersebut seketika terhenti saat petugas tiba di lokasi. Para pembalap liar sempat panik dan kocar-kacir berusaha melarikan diri dari kejaran petugas.

AKP Nurmaya menjelaskan bahwa penindakan ini dilakukan menindaklanjuti banyaknya aduan dari masyarakat. Warga mengeluhkan maraknya aksi balap liar di kawasan pusat Kota Gorontalo yang dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

Balap Liar
Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim. Foto/Dulohupa

​Seluruh barang bukti puluhan sepeda motor tersebut langsung diangkut ke Mako Lantas Polresta Gorontalo Kota untuk dikenakan sanksi tilang.

Sementara untuk para pelaku balap liar yang terjaring, pihak kepolisian memberikan pembinaan khusus. Mereka diwajibkan untuk melengkapi surat-surat kendaraan serta mengembalikan kelengkapan sepeda motor sesuai dengan standar keselamatan sebelum kendaraan dapat diambil kembali.

Reporter: Pino