Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Potensi Ombak Tinggi, BMKG : Nelayan Agar Selalu Waspada

Dulohupa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memperingatkan kepada setiap nelayan agar berhati-hati dengan gelombang air laut selama seminggu ke depan.

Sesuai prediksi dari BMKG, tinggi gelombang signifikan di wilayah perairan Gorontalo, baik itu di wilayah laut utara Sulawesi dan Teluk Tomini masih berkisar antara 0.25 hingga 1.25 meter dengan maksimum tinggi gelombang hingga 2.5 meter.

“Bagi para nelayan yang ingin melaut, tetap perlu waspada dengan adanya angin kencang atau pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah perairan,” ujar Arimi Pratiwi Gani, Forecaster on Duty BMKG Gorontalo, Senin (24/8/2020).

Ia juga mengatakan, untuk tinggi gelombang di wilayah perairan Gorontalo tidak terlalu signifikan, namun tetap perlu diwaspadai.

“Maksimum tinggi gelombang bisa mencapai 2.5 meter dan kecepatan angin berkisar antara 16-40 km/jam. sehingga kondisi angin kencang ini cukup mempengaruhi aktivitas nelayan atau yang sedang melaut,” tambahnya.

Kata Arumi juga, prakiraan gelombang ini di keluarkan oleh stasiun maritim bitung untuk sepekan kedepan (24-30 agustus 2020), termasuk wilayah teluk Tomini.

“Nelayan agar selalu waspada terhadap dampaknya, karena kondisi tersebut dapat menimbulkan tinggi gelombang yang bisa mencapai maksimum dari normalnya,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Andi (50) seorang nelayan di Desa Pohuwato Timur mengungkapkan, bahwa pada Minggu (23/8), tinggi gelombang air laut di perairan Marisa, Kabupaten Pohuwato cukup tinggi. Sehingga membuatnya tidak dapat melaut atau sekadar mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari

“Keadaan ombak hari ini cukup besar, saya memilih tidak melaut, resikonya terlalu tinggi,” ujar Andi.

Andi juga menambahkan, pada saat gelombang air laut tinggi, satu-satunya cara yang ia lakukan adalah menambatkan perahunya, dan menunggu gelombang kembali normal.

“Banyak kejadian yang terjadi, ketika nelayan memaksa diri untuk melaut saat gelombang ombak sangat besar, resiko paling besar itu, para nelayan ini akan dihantam oleh ombak dan terbawa oleh arus,” tambahnya.

Reporter : Zulkifli Mangkau