Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialPEMKAB BONE BOLANGOWISATA

Poltekpar NHI Bandung Diharapkan Beri Kontribusi Kemajuan Wisata Hiu Paus Botubarani

×

Poltekpar NHI Bandung Diharapkan Beri Kontribusi Kemajuan Wisata Hiu Paus Botubarani

Sebarkan artikel ini
Wisata Hiu Paus Botubarani
Penyelam saat di lokasi wisata Hiu Paus Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Dok: Dulohupa

Dulohupa.id – Melalui kegiatan Field Project Study 2023 oleh Mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Bupati Bone Bolango Hamim Pou berharap kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi dan solusi untuk kemajuan wisata Hiu Paus Botubarani.

Wisata hiu paus Botubarani yang berada di Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango, Gorontalo merupakan satu dari delapan wilayah lokus dalam kegiatan Field Project Study 2023 yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester 6 Program Studi Destinasi Pariwisata Poltekpar NHI Bandung. Oleh karena itu, kesempatan menjadi salah satu narasumber dalam seminar nasional pun diraih oleh Bupati Bone Bolango, Hamim Pou untuk memaparkan potensi wisata hiu paus Botubarani.

Dalam pemaparannya, Hamim Pou menyebut bahwa Kabupaten Bone Bolango merupakan daerah yang komplit, baik dari sektor wisata alam maupun wisata budaya dan atraksi. Dimana ratusan objek wisata Provinsi Gorontalo berada di wilayah Kabupaten Bone Bolango yang membuat Bone Bolango dikenal dengan branding Bone Bol Legenda Pariwisata Alam Gorontalo.

“Untuk wisata hiu paus itu, puncaknya pada bulan Mei dan Juni bisa sampai 24 ekor yang muncul.  Selain itu, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari tepi pantai dan kita sudah bisa bercengkrama langsung dengan hiu paus,” Ungkap Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat menjadi narasumber dalam seminar nasional.

Bupati Hamim Pou turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa Poltekpar NHI Bandung yang telah menjadikan wisata hiu paus Botubarani menjadi lokus dalam kegiatan tersebut. Dirinya berharap kehadiran dan melalui kegiatan demikian, mampu membangun konektivita wisata hiu paus dengan wisata lain yang berdekatan dengan lokasi wisata hiu paus Botubarani.

“Rata-rata orang ke Gorontalo itu adalah wisatawan minat khusus, mereka datang hanya untuk melihat hiu paus atau menyelam di laut Olele. Disisi lain masih banyak wisatawan yang belum paham bahwa saat bertemu hiu paus itu tidak bisa disentuh, sehingga benar-benar harus ada SOP yang dietarapkan,” Ujar Hamim Pou.

Disamping itu, Hamim Pou menilai bahwa biaya masuk dalam wisata hiu paus Botubarani adalah yang termurah. Dimana ia mengatakan wisatawan cukup bermodalkan 1kilogram udang yang akan diberikan kepada hiu paus dengan harga 50 ribu rupiah saja. Sehingga Hamim Pou berharap adanya pengaturan standar biaya masuk yang relevan dan tidak memberatkan bagi wisatawan.

“Kita juga harus mengatur rekayasa lalu lintas karena wisata hiu paus Botubarani adalah wisata yang spesifik. Jadi harus kita hindari kebisingan agar hiu paus tidak terganggu dan pergi. Selain itu, saya berharap adik-adik mahasiswa bisa membantu pemerintah daerah untuk menyakinkan masyarakat. Sekarang ini wisata sudah berbasis masyarakat, fasilitas dalam lokasi harus tertata dengan baik,” Jelas Bupati Hamim.

Lebih lanjut, Hamim Pou menuturkan bahwa kendala saat ini yang dihadapi adalah ketika pemerintah daerah hendak menerapkan Perda terkait retribusi mendapat penolakan. Hal ini karena selama ini masyarakat yang langsung menerima pendapatan dari retribusi parkir wisatawan dan dapat memicu kekacauan.

Diakhir pemaparannya, Bupati Hamim Pou meminta kepada mahasiswa untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait hal-hal yang harus menjadi prioritas untuk dibangun. Sehingga pada akhirnya masyarakat tetap menerima pendapatan, Lingkungan tetap terjaga, hiu paus tetap ada dan pemerintah daerah mendapatkan pemasukan melalui retribusi.

Reporter: Kris