Dulohupa.id – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar Lomba Cerdas Cermat KUHAP dan KUHP baru.
Uniknya, peserta dari perlombaan ini bukanlah siswa atau mahasiswa, ataupun masyarakat itu sendiri, melainkan anggota kepolisian dilingkungan Polda dan Polres jajaran.
Lomba Cerdas Cermat KUHAP dan KUHP baru ini berlangsung di Aula Titinepo Mapolda Gorontalo pada Jumat (10/07/2026).
Sebanyak 5 tim beradu pada grand final cerdas cermat dihadapan Kapolda Gorontalo, Wakapolda Gorontalo, PJU serta Kapolres jajaran. Para tim bertanding berebut poin untuk menjadi pemenangnya.
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo kepada awak media mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tahun.
Kata Kapolda, rangkaian peringatan HUT Bhayangkara kali ini cukup berbeda. Mengapa tidak, yang biasanya sebatas acara seremonial, olahraga, namun kali ini dirancang sebuah kegiatan yang cukup diluar kebiasaan, yaa karena pertama kalinya diselenggarakan.
“Kami ingin menyajikan memang yang belum ada, karena ini kita pertamax (pertama kali) untuk pelaksanaan cerdas cermat KUHP dan KUHAP,” ujar Irjen Pol Widodo kepada awak media.
Jelas Kapolda, bahwa tujuan dari kegiatan ini tak lain sebagai upaya pihak kepolisian dalam merespon perkembangan yang ada.
“Esensi dari hal ini adalah sebagai wujud bahwa kita harus mulai menyesuaikan dengan perkembangan situasi,” jelasnya.
Dengan perkembangan yang terus berjalan, setiap waktu kepolisian dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat.
“Apa yang mendasari Polri sebagai pelayanan terbaik yaitu penguasaan terhadap undang-undang yang memang kita pedomani. Gimana mau melayani masyarakat dengan baik kalau tidak memahami dan menguasai undang-undang tersebut,” tegas Kapolda.
“KUHP dan KUHAP merupakan produk (hukum) nasional yang terbaru sehingga dibutuhkan pemahaman yang cepat karena sudah diberlakukan,” lanjutnya.
Menurutnya, jika peraturan terbaru ini tidak dipahami dan dikuasai oleh kepolisian, maka akan menjadi hal yang berbahaya.
“Apabila insan Polri tidak memahami maka berpotensi akan terjadi pelayanan yang salah, dan itu tentunya akan memberikan suatu efek salah di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, dengan ditandai pelaksanaan cerdas cermat ini, akan memacu insan kepolisian dilingkungan Polda dan Polres jajaran dalam percepatan penguasaan dan pemahaman terhadap regulasi terbaru itu.
Demi kelancaran dan berkualitasnya kegiatan tersebut, Polda Gorontalo mengait pihak akademisi, baik dari lingkungan Gorontalo maupun dari luar daerah. Keterlibatan akademisi ini sebagai dewan juri dan tim perumus soal dalam acara ini.
Salah satunya pengamat hukum nasional sekaligus dosen Fakultas Hukum di Universitas Trisakti, Doktor Azmi Syahputra, dan Guru Besar di bidang Ilmu Hukum Pidana pada Fakultas Hukum di Universitas Negeri Gorontalo, Profesor Dian Ekawaty Ismail, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Gorontalo.
“Biar tidak abal-abal, kami melaksanakan perlombaan ini tentunya dengan tujuan dengan kualitas yang terbaik, yaitu kami juga mengundang rekan-rekan dari akademisi, ada Prof Dian, kemudian Doktor Azmi dan beberapa akademisi lain,” jelas Irjen Pol Widodo.
“Sehingganya ini profesional, akuntabel, kredibilitas dan akademis. Tidak hanya sekedar perlombaan yang biasa-biasa,” lanjutnya.
Terakhir, lewat stimulus perlombaan cerdas cermat ini, ia berharap agar anggotanya bisa dengan cepat memahami KUHP dan KUHAP baru ini.
Dalam grand final cerdas cermat ini, mempertemukan dari tim Direktorat Intelkam Polda Gorontalo, yang keluar sebagai pemenang pertama, kemudian tim Polres Pohuwato sebagai juara kedua, di posisi ketiga dari tim Polres Boalemo, selanjutnya juara harapan satu dari Polres Gorontalo Utara, serta juara harapan dua dari Direktorat Polairud Polda Gorontalo.
Sementara itu, dijelaskan lebih lanjut Ketua Panitia, Kombes Pol Tulus Sinaga bahwa sebanyak 40 tim ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Cerdas cermat ini telah dimulai sejak 19 Juni 2026 lalu. Setelah melewati berbagai tahapan, dan kemudian menyisahkan 5 tim terbaik.
“Seperti yang disampaikan Kapolda Gorontalo, bahwa kegiatan ini lebih kepada ingin mengetahui sejauh mana sih kemampuan Polri dalam memahami undang-undang yang baru,” ucap Kombes Pol Tulus Sinaga.
“Tapi yang jelas ini kami akan jadikan momentum untuk bagaimana Polri atau Polda Gorontalo semakin mengerti semakin paham undang-undang. Ini adalah keniscayaan, tidak boleh kita menghindar,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











