Dulohupa.id- Polda Gorontalo selidiki kasus penganiayaan anak di bawah umur yang diduga dilakukan anggota Polri pada Minggu (25/4) kemarin di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo.
Sebelumnya, terkait kasus tersebut, SPKT Polda Gorontalo telah menerima dua laporannya. Pelapornya adalah orang tua korban.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Wahyu Tri Cahyono ketika dikonfirmasi, membenarkan terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia menyebut jika dalam laporan tersebut, pelapor tidak mengetahui terlapor. Karena itu, “ini masih kita selidiki, karena dari laporan yang disampaikan oleh pelapor ini, identitas terlapor belum diketahui, artinya jangan kita keburu-buru menuntut, namun demikian laporan sudah kita terima dan saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo,” ungkap Wahyu kepada Dulohupa.id, Kamis (29/4).
Setelah menerima laporan dari orang tua korban, Ia menuturkan dari propam dan kriminal umum Polda Gorontalo sementara menyelidiki kasus tersebut.
“Tentunya kita akan selidiki, kemarin dari propam kemudian dari kriminal umum, karena kita sudah terima laporan, nanti kita akan tindak lanjuti,” tutur Wahyu.
Lebih lanjut Wahyu pun mengungkapkan, bahwa dari informasi yang ia terima, bahwa penganiayaan itu sendiri memang terjadi di Bundaran Saronde, yang pada saat itu terjadi balap liar. Sementara diketahui, masyarakat memang geram dengan aksi-aksi balap liar semacam itu.
“Bisa saja ada oknum masyarakat yang tidak suka dengan kegiatan ini (balap liar), sehingga melakukan tindak penganiayaan terhadap korban, namun demikian kita tetap selidiki siapa yang melakukan penganiayaan itu sendiri,” kata Wahyu.
Ia pun meminta kepada para orang tua, untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi kegiatan anak-anak mereka.
“Perlu adanya peran orang tua, bagaimana pada waktu sudah larut malam anak mereka belum pulang perlu di pertanyakan juga. Karena dengan adanya kegiatan balap liar, tentunya akan berdampak merugikan pada diri si pelaku balap liar ataupun pada masyarakat pengguna jalan lainya,” tutup Wahyu.
Reporter: Yusuf Konoli











