Gorontalo – Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan, dunia pertanian dituntut menghadirkan solusi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak dikembangkan adalah pemanfaatan mikroorganisme tanah untuk membantu pertumbuhan tanaman secara alami.
Pendekatan inilah yang menjadi fokus penelitian tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo melalui studi berjudul “Respons Pertumbuhan dan Nilai Gizi Jagung Lokal yang Diberi Biostimulan Mikroba untuk Mendukung Ketersediaan Pangan.”
Penelitian ini dipimpin oleh Novri Youla Kandowangko bersama tim peneliti lainnya, yakni Hayatiningsih Gubali, Wirnangsih D Uno, Muhamad Isra, dan Aisyah Ahmad. Riset ini didukung melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025 dari DPPM Kemdiktisaintek.
Mikroba yang Membantu Tanaman Tumbuh
Dalam penelitian ini, para peneliti memanfaatkan fungi mikoriza arbuskula (Arbuscular Mycorrhizal Fungi/AMF), yaitu mikroorganisme tanah yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman.
Mikroba ini bekerja layaknya “perpanjangan tangan” akar tanaman. Melalui jaringan halus bernama hifa, AMF membantu tanaman menyerap unsur hara penting—terutama fosfor—yang sulit dijangkau akar biasa.
Dengan bantuan mikroba tersebut, tanaman dapat tumbuh lebih optimal, bahkan pada kondisi tanah yang kurang subur.
Menguji Tiga Varietas Jagung
Penelitian dilakukan secara eksperimental di lingkungan greenhouse menggunakan tiga varietas jagung:
1) Motoro (jagung lokal Gorontalo)
2) Bisi-2 (varietas hibrida)
3) Sukmaraga (varietas komposit)
Seluruh tanaman diberi perlakuan biostimulan mikroba, kemudian diamati secara bertahap sejak 14 hingga 42 hari setelah tanam.
Beberapa parameter penting yang diukur meliputi:
1) laju pertumbuhan tanaman2) luas daun3) laju asimilasi4) biomassa kering tanaman
Parameter tersebut digunakan untuk melihat sejauh mana mikroba mampu meningkatkan produktivitas tanaman.
Hasilnya: Jagung Tumbuh Lebih Baik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biostimulan mikroba memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan jagung.
Tanaman yang diinokulasi mikroba tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman tanpa perlakuan. Bahkan pada varietas lokal Motoro, peningkatan pertumbuhan mencapai lebih dari dua kali lipat pada fase vegetatif optimal.
Peningkatan juga terlihat pada luas daun tanaman. Daun yang lebih luas berarti kemampuan fotosintesis tanaman menjadi lebih baik karena penyerapan cahaya matahari meningkat.
Tidak hanya itu, laju asimilasi bersih tanaman juga mengalami peningkatan. Ini menunjukkan bahwa proses metabolisme dan pemanfaatan energi dalam tanaman berlangsung lebih efisien.
Biomassa Meningkat, Produktivitas Bertambah
Salah satu hasil paling menonjol terlihat pada biomassa kering tanaman—indikator penting produktivitas pertanian.
Pada akhir masa pengamatan, seluruh varietas jagung yang diberi perlakuan mikroba mengalami peningkatan berat kering dibandingkan kelompok kontrol. Varietas Motoro bahkan menunjukkan peningkatan biomassa lebih dari 25 persen.
Temuan ini memperlihatkan bahwa biostimulan mikroba mampu membantu tanaman memanfaatkan nutrisi tanah secara lebih optimal.
Solusi Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan
Secara ilmiah, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroba tanah dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk kimia.
Pendekatan ini menjadi sangat relevan bagi wilayah dengan kondisi tanah marginal seperti beberapa daerah di Gorontalo.
Yang menarik, setiap varietas jagung ternyata menunjukkan respons berbeda terhadap biostimulan. Varietas lokal Motoro merespons lebih cepat pada fase awal pertumbuhan, sementara varietas hibrida seperti Bisi-2 menunjukkan peningkatan yang lebih stabil pada tahap berikutnya.
Ketika Teknologi Hayati Bertemu Potensi Lokal
Penelitian ini menegaskan bahwa inovasi pertanian masa depan tidak selalu harus bergantung pada teknologi mahal atau impor. Potensi lokal yang dipadukan dengan pendekatan ilmiah modern justru dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan biostimulan mikroba membuka peluang besar bagi pengembangan pertanian berbasis hayati yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kondisi lahan.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal di Indonesia.











