Dulohupa.id- Pemerintah Kota Gorontalo mulai September mendatang, akan melakukan uji coba pembukaan sekolah di wilayah tersebut. Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjelaskan, uji coba itu akan dilakukan secara bertahap.
Situasi pandemi Covid-19 di Kota Gorontalo sendiri memang sejauh ini dinilai tidak mengkhawatirkan. Apalagi, capaian vaksinasi di wilayah tersebut cenderung berada di angka positif. Meski begitu, agar tidak justru menimbulkan klaster baru, maka pembukaan sekolah tentu tetap akan masuk tahap uji coba terlebih dahulu.
Karena itu, Marten mengingatkan, “Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya adalah tenaga pengajarnya harus sudah di vaksin” tutur Marten.
Saat ini pun katanya, sudah ada lebih dari 97 persen tenaga pengajar yang sudah divaksin. Tiga persen sisanya itu kata Marten, terkendala dalam usia dan syarat medis.
Namun bukan sembarangan melakukan uji coba. Sebetulnya pemkot sendiri sudah meminta persetujuan dari orang tua siswa. Hasilnya, ada sedikitnya 91 persen orang tua yang mengaku setuju dengan pembukaan sekolah atau PTM.
Selain itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, pihaknya juga sudah mendapatkan dukungan dari masing-masing pengurus komite sekolah.
“Sejumlah instrument inilah yang harus dipenuhi oleh masing-masing sekolah sebelum mengadakan PTM, sebagaimana diatur dalam keputusan bersama 4 menteri tertanggal 30 maret 2021” ujar Lukman.
Lukman juga menyampaikan akan menggunakan sistem shift dalam PTM. Ini diharapkan akan menjadi upaya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.











