Dulohupa.id – Pasca pesawat SAM AIR yang jatuh di sekitar bandara Pohuwato, Gorontalo menimbulkan pertanyaan publik siapa pemilik pesawat tersebut. Diketahui Pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air adalah maskapai yang melayani penerbangan perintis di wilayah timur Indonesia.
Dihimpun dari berbagai sumber, Pemilik SAM Air adalah Wagus Hidayat, atau akrab disapa Haji Hidayat. Pria kelahiran Wamena, Papua pada 16 Agustus 1975 ini ternyata sebelum terjun ke dunia aviasi pernah menjadi kondektur bus di Makassar.
Dia merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum menjadi anggota PKS, ia merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Jayapura itu pernah menjadi bagian dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sejak awal 2021, SAM Air melayani penerbangan terjadwal di 10 bandara perintis di gugus Kepulauan Maluku. Adapun, propeller milik SAM Air adalah DHC-6 Twin Otter (SMH, SMS) dan C208 Caravan (SMW, SMG).
Wagus Hidayat mencoba merintis jejak Susi Pudjiastuti yang merupakan pemilik Susi Air. Pada September 2019, SAM Air telah mendapatkan izin terbang dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
SAM Air mendapatkan sertifikat Air Operator Certificate (AOC) dari Otoritas Penerbangan Nasional (ANA) atau Direktorat Jenderal (Dirjen) Penerbangan Sipil dan resmi mandiri.
Bukan tanpa alasan mengapa Wagus Hidayat memilih terjun di dunia aviasi. Ia mengikuti jejak sang kakak yang menjadi pramugari di Trigana Air. Hampir satu dekade, dia belajar seluk beluk mengurus maskapai. Di samping itu, dia juga merintis usaha jadi pedagang. Karena motivasi ingin maju, Wagus Hidayat pun belajar jadi pilot pada 2015. Ia memilih Genesa Flight Academy di Jakarta Timur.
Pada 2017, Wagus melihat ada peluang. Enggang Air Services, perusahaan maskapai milik Oesman Sapta Oddang (OSO) dilirik. Sejak di-launching pada September 2019, Semuwa Group sudah menjadi kelompok usaha. Mulai dari jualan kebutuhan pokok, bisnis jasa cuci mobil, konstruksi, media, dan kuliner.
Kronologis Pesawat SAM AIR jatuh di Gorontalo
Direktorat Jendral Perhubungan Udara mengungkap kronologi kecelakaan pesawat perintis milik PT. SAM Air yang jatuh di Wilayah Pohuwato, Gorontalo.
Kepala bagian humas, Direktorat Jendral perhubungan Udara menjelaskan, pada tanggal 20 Oktober 2024, sebuah pesawat perintis milik PT. SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Pohuwato. Pesawat tersebut sedang melayani rute dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo, menuju Bandara Panua, Pohuwato.
Pesawat dipiloti oleh Capt. M. Saefurubi A dengan First Officer M. Arthur V. G serta seorang teknisi bernama Budijanto. Selain awak pesawat, ada satu penumpang bernama Sri Meyke Male.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pesawat PK-SMH lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 WITA, dengan perkiraan waktu tiba (ETA) pada pukul 07:33 WITA dalam kondisi cuaca berawan.
Pesawat melakukan prosedur pendaratan melalui runway 27 dan melakukan go arround dengan belokan ke kiri pada menit ke 07.35 pada saat itulah pesawat jatuh didaerah tambak/empang yang jaraknya kurang lebih 300 meter sisi selatan runway.
Kecelakaan ini mengakibatkan Pilot, First Officer, Teknisi, dan 1 org penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian dan semua korban dievakuasi ke Puskesmas Motolohu Pohuwato.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden ini.
“Kami sangat berduka atas kecelakaan yang menimpa pesawat perintis PT. SAM Air di Pohuwato. Doa dan simpati kami sampaikan kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ujar bnya.
Lukman menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta stakeholder terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap insiden ini.
“Saya berharap proses investigasi berjalan lancar, dan langkah-langkah pencegahan ke depan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa mendatang.” kata Lukman.
Redaksi












