Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Pelayanan di Kantor BNN Kota Gorontalo Sempat Terhenti akibat Disegel

×

Pelayanan di Kantor BNN Kota Gorontalo Sempat Terhenti akibat Disegel

Sebarkan artikel ini
BNN Gorontalo Disegel
Suasana pegawai segel Kantor BNN Kota Gorontalo. Foto: BNN

Dulohupa.id – Penyegelan di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo membuat pelayanan di gedung pemberantasan narkoba tersebut sempat terhenti beberapa jam.

Penyegelan di pintu utama kantor BNN dilakukan oleh pegawainya sendiri dengan menggunakan kayu maupun ban bekas.

Kantor BNN Disegel
Kondisi Kantor BNN Kota Gorontalo saat Disegel oleh pegawai BNN. Foto: BNN

Kasubag umum BNN Kota Gorontalo, Audi Rudolf Jantu mengungkapkan, penutupan kantor BNN dilakukan pada Rabu (30/11/2022) tapi tidak berlangsung lama. Pelayanan kembali dibuka setelah BNN Provinsi Gorontalo mendatangi BNN Kota Gorontalo dengan menenangkan pegawai yang menyegel kantor.

“Kita sudah buka kembali dengan syarat aspirasi dari teman-teman BNN kota ini bisa di perhatikan dan diakomodir. Ini jadi pembelajaran yang sangat besar untuk kita, kita harus perlihatkan profesionalitas kita di Institusi yang besar ini,” ucap Audi.

BNN Gorontalo
Suasana pegawai BNN Kota Gorontalo kembali membuka pelayanan pasca penyegelan kantor. Foto: BNN

Sebelumnya penyegelan kantor BNN Kota Gorontalo merupakan bentuk luapan emosional para aparat dan pegawai BNN. Mereka memprotes kebijakan BNN Pusat menunjuk Plt Kepala BNN Kota Gorontalo yang dianggap tidak sesuai kriteria.

“Keputusan dari pusat itu nama orang lain, tidak sesuai dengan yang di rekomendasi BNN Provinsi Gorontalo. Rekomendasi dari BNN Provinsi sudah cocok karena sudah ikut PIM 2 (Diklat kepemimpinan),” ungkap Audi.

“Sementara yang ditunjuk Pusat, PIM 4 saja belum. Ini kan sangat lucu, sehingga kami bertanya-tanya ini ada apa,” tambahnya.

Audi Rudolf mengaku siapa saja yang ditunjuk menjabat sebagai Plt akan diterima sebagaimana mestinya. Namun harus dengan ketentuan serta sesuai dengan persyaratan dan kriteria. Minimal telah mengukiti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan menjadi modal memimpin Institusi yang besar.

“Kami tidak menyepelekan kaum perempuan, hanya saja kewibawaan dan marwah dari BNN ini harus diperhatikan. Orang akan melihat siapa yang memimpin kita, kualitasnya seperti apa. Kita merasa sangat terpukul dengan hal ini, sehingga teman-teman disini sangat menginginkan untuk yang menjadi sosok pemimpin adalah orang yang berwibawa dan telah memenuhi kriteria yang ditentukan,” Tegas Audi.

Reporter: Kris