Dulohupa.id- Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga mengaku prihatin menyaksikan kondisi para pemangku adat yang ada di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Dalam kunjungannya menghadiri Peringatan 1 Muharram 1443 Hijriah di Desa Sipayo, ia menyaksikan sendiri betapa pakaian dan sepatu para pemangku adat yang menyambutnya itu, sangat memprihatinkan.
“Saya melihat langsung pada saat prosesi adat istiadat, memang ada beberapa dari pemangku adat kita yang sangat memprihatinkan dari sisi pakaiannya, sepatunya. Ini nantinya insyaallah akan menjadi perhatian kami,” ungkap Saipul siang tadi, Selasa (10/8/2021).

Padahal menurut Saipul, masyarakat Pohuwato tidak bisa lepas dari prosesi adat. Karena itu, sangat miris jika kemudian para pelaku prosesi adat ini luput dari perhatian.
Lagian, perhatian kepada para pemangku adat sendiri menurut Saipul, merupakan hal yang mesti dilakukan, karena mereka adalah golongan yang terus melestarikan kearifan lokal daerah. Karena itu, tidak hanya prosesi adatnya saja yang akan diperhatikan, namun juga para pelakunya.

“Ini untuk kearifan lokal, khususnya proses adat ini dapat pula di kembangkan, saya akan memberikan perhatian tersendiri terhadap pemangku-pemangku adat untuk pelaksanaan proses adat, apapun itu,” ungkap Saipul, tegas.
Ia pun menuturkan, akan melahirkan satu program yang fokus dalam memperhatikan kondisi para pemangku adat di wilayah tersebut. Program itu kata dia, nantinya akan dibiayai menggunakan APBD 2022.
“Saya akan membuat satu program khusus untuk pemangku adat, Ini insyaallah saya akan intervensi pada APBD 2022,” sambung saipul A. Mbuinga.
Sementara itu, dalam sambutannya itu, ia tak lupa mengungkapkan kebanggaannya karena diundang dalam rangkaian peringatan 1 Muharam tersebut.
“Jujur saya merasa bangga dan bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Alhamdulillah dari 13 Kecamatan saya hanya mendapatkan satu undangan, ini sangat membanggakan saya, dan terima kasih, tidak kita lupa akan proses adat istiadat kearifan lokal ini,” tutupnya.











