Dulohupa.id – Detik-detik hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia semakin dekat. Sedihnya, pedagang pakaian di Pasar Sentral Kota Gorontalo curhat soal sepinya pembeli.
Saat diwawancarai, salah satu pedagang pakaian, Yayi kepada Dulohupa mengungkapkan bahwa kali ini cukup sepi pengunjung yang mencari pakaian nuansa merah putih atau atribut dalam menyemarakkan kemerdekaan.
“(sudah banyak yang datang membeli?) Pembeli kurang pak,” ujar Yayi, Kamis (14/08/2025).
Sulit dipungkiri, Yayi mengatakan dengan banyaknya lapak dagangan yang hampir disetiap jalan di Kota Gorontalo menjadi salah satu alasan kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke pasar.
“(kurangnya pemebeli itu kenapa?) soalnya pengaruh ini di jalan-jalan so banyak lapak-lapak,” tandanya.
Dirinya menjelaskan, padahal pada sebelum-sebelumnya mendekati momen kemerdekaan, animo masyarakat untuk datang ke pasar mencari baju ataupun perlengkapan semarak kemerdekaan tinggi. Namun tidak dengan yang sekarang.
Yayi mengungkapkan, selain pakaian biasa, ia juga menjual pakaian dalam rangka menyemarakkan hari kemerdekaan. Semisal kaos oblong berwarna merah atau putih, dijualnya dengan harga Rp 50.000. Sementara untuk pakaian set (baju-celana) berwarna merah-putih atau sebaliknya dijual dengan harga Rp 150.000.
Reporter: Yayan












