Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

PDAM Pilohayanga Bermasalah, Masyarakat Diminta Tampung Air

×

PDAM Pilohayanga Bermasalah, Masyarakat Diminta Tampung Air

Sebarkan artikel ini
Kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) putus di Bendungan Pilohayanga dikarenakan kuatnya arus sungai

Dulohupa.id-Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pilohayanga, Kecamatan Telaga milik PDAM Kabupaten Gorontalo putus, tidak ada air yang masuk ke pengolahan. Karena itu, masyarakat yang terdampak diminta menampung air selama perbaikan dilakukan.

Mohamed salah satu warga yang tinggal di area sekitar mengatakan, sudah beberapa hari ini memang susah untuk mendapatkan air. Ia pun bersama warga lainnya sudah melakukan penampungan air terlebih dahulu untuk keperluan sehari-hari.

“Kami di sini sudah menampung air untuk keperluan memasak, mandi dan lain-lain. Ditambah lagi sudah ada bantuan dari mobil tangki PDAM. Mudah-mudahan ketersediaan air cukup sampai perbaikan selesai,” ungkap Mohamad kepada Dulohupa.id, Senin (17/5) pagi.

Sementara itu, secara terpisah, Kabag Keuangan PDAM Kabupaten Gorontalo, Manto Rahmola mengatakan, IPA Pilohayanga putus disebabkan bendungan yang berada di area tersebut rusak, sehingga air yang mengalir tidak masuk ke instalasi.

“Memang sulit mendapatkan air karena air yang mengalir hanya berada ditengah sungai, sehingga tidak masuk ke IPA milik kami (PDAM). Tapi sekarang sementara akan lakukan perbaikan,” jelas Manto.

“Untuk itu masyarakat yang terdampak diharapkan untuk bersabar, dan melakukan penampungan air dirumah masing-masing sementara waktu,” tambahan.

Lebih lanjut kata Manto, ada beberapa wilayah yang terdampak karena rusaknya bendungan dan tidak ada pengolahan air yang masuk di instalasi pengolahan air antara lain, Kecamatan Telaga Biru, Telaga Jaya, Telaga dan Tilango. Untuk itu pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan kepada pelanggan selama proses perbaikan dilakukan.

“Mengantisipasi hal itu pihak kami juga sudah mengerahkan mobil tangki  untuk distribusi air kepada masyarakat yang terdampak. Dan kemungkinan proses perbaikannya kurang lebih selama lima hari atau sampai tujuh hari pekerjaan itu bisa normal kembali,” tandasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou