Dulohupa.id- Banjir bandang yang menerjang jantung kota Kabupaten Gorontalo, menyebabkan sejumlah kerusakan parah, terutama untuk rumah-rumah warga dan sejumlah objek vital.
Beruntung, banjir yang mulai melanda sejak pukul 15.00 WITA kemarin itu, kini telah surut. Namun, sejumlah tempat seperti Polres Gorontalo dan rumah-rumah warga, masih dipenuhi lumpur setebal 5 cm.
Agar pelayanan tidak terganggu, Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan mengatakan, pihaknya memang sejak tadi malam melakukan pembersihan.
“Untuk pembersihan ruangan itu sudah dilakukan dari semalam, ini hanya lanjutan untuk pembersihan lumpur yang tersisa dan dibantu juga dari pihak BPBD dan balai sungai,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Polres Gorontalo, Kamis (23/09) pagi.
Pelayanan di Polres Gorontalo kata Ahmad, semuanya berjalan seperti biasa, contohnya seperti pengurusan surat izin mengemudi (SIM) serta pengurusan surat lainnya itu tetap berjalan.
“Pelayanan di Polres Gorontalo itu tetap berjalan, agar tidak terganggu pelayanannya kami segera membersihkan sisa-sisa lumpur yang menumpuk saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku mengatakan, saat ini pihaknya telah turun kembali untuk melakukan pembersihan di halaman Polres Gorontalo serta rumah warga yang masih tergenang air dan lumpur.
“Saat kami masih melakukan pembersihan di rumah-rumah dan halaman Polres Gorontalo serta membersihkan ranting-ranting yang berada di jembatan Kelurahan Hepuhulawa. Kurang lebih ada 360 jiwa yang terdampak akibat banjir di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo,” tutup Sumanti.
Reporter: Fandiyanto Pou











