Dulohupa.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-12 berjalan lancar. Hingga Jumat (1/5/2026), tercatat sebanyak 68.082 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menjelaskan bahwa pergerakan jemaah, baik kedatangan di Madinah maupun pergeseran menuju Makkah, berlangsung tertib dan terkoordinasi.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 175 kloter telah diterbangkan dari tanah air. Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 kloter (64.129 jemaah) telah tiba di Madinah, sementara 19 kloter (7.387 jemaah) sudah berada di Makkah setelah menempuh perjalanan dari Madinah.
“Proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah terus kami kawal ketat. Seluruh petugas disiagakan di titik-titik layanan untuk memastikan kenyamanan jemaah,” ujar Hasan.
Terkait pelaksanaan ibadah, Kemenhaj memberikan peringatan keras mengenai tata cara pembayaran dam (denda) bagi jemaah di Arab Saudi. Jemaah diwajibkan menggunakan Adhahi, program resmi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.
“Jemaah wajib menggunakan mekanisme resmi Adhahi. Kami ingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar sistem tersebut, termasuk membeli hewan sendiri di pasar secara bebas,” tegas Hasan. Hal ini bertujuan untuk menjamin akuntabilitas dan memastikan penyaluran daging kurban tepat sasaran.
Di tengah kelancaran operasional, Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah asal Indonesia di Madinah Siti Sri Rahayu Sanusi (Kloter SOC-12, Pekalongan) dan Endar Jaya Purwadi (Kloter BPN-01, Samarinda).
Dengan tambahan tersebut, total jemaah yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini menjadi tujuh orang. Sementara itu, layanan kesehatan terus dioptimalkan bagi jemaah yang membutuhkan perawatan. Tercatat 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 39 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif.
Mengingat suhu udara yang tinggi, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan aktivitas di luar ruangan. Sementara jemaah haji memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi, mengatur waktu kunjungan ke Masjidil Haram agar tidak terpapar panas ekstrem dan Segera melapor ke petugas kesehatan jika merasa kurang fit.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh layanan haji berlangsung profesional dan ramah bagi semua kalangan, terutama jemaah lansia dan penyandang disabilitas,” pungkas Hasan.











