Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Jumhur Hidayat Jabat Menteri LH, Targetkan Masalah Sampah Nasional Tuntas di 2028

×

Jumhur Hidayat Jabat Menteri LH, Targetkan Masalah Sampah Nasional Tuntas di 2028

Sebarkan artikel ini
Jumhur Hidayat
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat. Dok: LH

Dulohupa.id – Estafet kepemimpinan di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi bergulir. Jumhur Hidayat kini sah menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Dalam pidato perdananya, Jumhur langsung menetapkan target ambisius menuntaskan persoalan sampah nasional secara konkret pada tahun 2028.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Kantor KLH, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026) ini merupakan tindak lanjut dari restrukturisasi kabinet yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto pada Senin sebelumnya.

Jumhur menyoroti urgensi penanganan sampah di 36 wilayah aglomerasi Indonesia yang memproduksi lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Menurutnya, pendekatan parsial sudah tidak lagi efektif untuk menangani beban lingkungan yang kian berat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan sistemik dan kolaboratif lintas sektor,” ujar Jumhur usai sertijab.

Strategi utama yang akan diusung adalah diversifikasi metode pengolahan. Selain energi listrik, Jumhur mendorong pengembangan Refuse-Derived Fuel (RDF). Teknologi ini dinilai strategis karena tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi.

“RDF ini karya masyarakat, bahkan bisa menciptakan ribuan tenaga kerja,” tambahnya. Sampah olahan tersebut nantinya akan dikonversi menjadi bahan bakar alternatif hingga material konstruksi seperti paving block dan genting.

Selain aspek teknis, Menteri LH yang baru ini juga menekankan pentingnya environmental ethics atau etika lingkungan. Ia berencana mendorong edukasi lingkungan masuk ke dalam kurikulum pendidikan agar kesadaran menjaga ekosistem terbentuk sejak usia dini.

Isu polusi mikroplastik yang mulai mencemari rantai makanan juga menjadi perhatian serius. Jumhur mengingatkan bahwa kegagalan mengelola lingkungan hari ini adalah “utang” yang akan membebani Generasi Z dan generasi mendatang.

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Jumhur. Ia berharap program-program strategis yang telah berjalan dapat dilanjutkan dengan kecepatan yang lebih tinggi.

“Hal-hal yang belum selesai di tangan saya, kini menjadi tugas Bapak Menteri,” tutur Hanif saat menyerahkan mandat kepemimpinan.

Redaksi