Dulohupa.id- Banjir yang menerjang pesisir Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato pada 15 Juli 2021 kemarin, menyebabkan jembatan kayu di Desa Bumbulan, nyaris ambruk. Penyebabnya karena material yang dibawa banjir hampir menyapu tiang penyangga jembatan kuning berusia puluhan tahun tersebut.
Karena itu, sebagai media penghubung dan menjadi akses masyarakat, jembatan ini rencananya akan dibangun dengan desain yang kokoh.
Ambran Andjulangi, ketua Komisi l DPRD Kabupaten Pohuwato mengungkapkan, bahwa jembatan berbahan kayu tersebut nantinya akan diganti dengan bahan beton.
Kepada Dulohupa.id Ambran Andjulangi menjelaskan, bahwa sebenarnya sudah lama jembatan tersebut akan dilakukan perbaikan. Sebab, jika dilihat jembatan tersebut sudah terlalu tua dan hanya terbuat dari kayu.
“Saya sudah lihat, saya sudah konsultasi dengan Dinas Perumahan Umum (PU), dan itu emergency dan itu sudah harus ditindaklanjuti,” ujar Ambran Andjulangi selaku Anggota DPRD dapil Paguat-Dengiloa.
Ia juga mengungkapkan, pembangunan jembatan Bumbulan itu sendiri sebetulnya memang sudah dibahas dan sudah dianggarkan sebelumnya. Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka pengerjaannya tertunda.
“Sebenarnya yang lalu sudah ada anggarannya langsung dari pusat Rp14 miliar, dan itu akan dibuat permanen,” sambung dia.
“Cuma karena gara-gara Covid-19 ini maka Anggaran Rp.14 miliar itu di refocusing, mudah-mudahan di tahun 2022 anggaran itu akan dikembalikan lagi, karena refocusing yang lalu. Karena kalo kita mengandalkan APBD Daerah, itu tidak akan mampu untuk menangani itu,” tutupnya.











