Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HIBURAN

Menyimak Kabar Seni Rupa Hari ini di Pameran Warta

×

Menyimak Kabar Seni Rupa Hari ini di Pameran Warta

Sebarkan artikel ini
Ruang Pameran "Warta" di Jogja Gallery
Ruang Pameran "Warta" di Jogja Gallery

Dulohupa.id- Sebanyak 49 seniman berpartisipasi dalam pameran bersama bertajuk “warta” yang digelar di Jogja Gallery. Pameran ini sedianya digelar 7-25 Juli 2021, dibuka oleh Iwan Kurniawan Lukminto, seorang kolektor karya seni dan pendiri Tumurun Private Museum. Namun karena  kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penyelenggara memberlakukan pameran daring. Untuk sementara pameran tertutup untuk umum hingga  waktu yang belum ditentukan.

Penyelenggara pameran, Jefri Caniago mengatakan, pameran  “Warta” merupakan sebuah ide untuk mengabarkan gejolak seni rupa yang terjadi pada hari ini, baik dalam wilayah visual, konsep, dan gagasan.

Ruang Pameran "Warga" di Jogja Gallery
Ruang Pameran “Warta” di Jogja Gallery

Tingginya apresiasi publik terhadap karya seni rupa beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat yang terjadi pada teknologi informasi, komunikasi dan internet, serta munculnya pandemi covid-19, cukup menjadi alasan untuk mempertanyakan hal tentang dampak apa yang di hadirkan pada wilayah seni, khususnya seni rupa.

Sementara penulis pameran ini, Riski Januar dalam pengantarnya menyebut  pameran  “Warta” muncul atas pertanyaan tentang seni rupa hari ini ; apa yang dibicarakan seniman dan bagaimana seni dinilai. Hal ini sekiranya menarik, karena beberapa tahun belakangan seni rupa jarang dibicarakan pada wilayah kritik dan gagasan.

Ruang Pameran "Warga" di Jogja Gallery
Ruang Pameran “Warta” di Jogja Gallery

Katanya, salah satu fungsi dari seni adalah sebagai penanda zaman. Fungsi ini tidak dapat dilihat dari satu orang seniman atau dari satu karya saja, fungsi ini dapat dirasakan karena adanya sebuah kecenderungan dan pergerakan seniman pada masa itu.

Pergerakan seni rupa juga kerap muncul dari permasalahan yang ada di seni rupa itu sendiri. Seperti dalam perbedaan sudut pandang estetik yang melahirkan banyak mazhab dan aliran dalam seni. Di Indonesia hal ini pernah terjadi, yang dikenal dengan peristiwa “Desember Hitam” pada tahun 1974.  Para seniman muda beranggapan bahwa terjadi kemandekan dalam seni rupa Indonesia. 

Ruang Pameran "Warga" di Jogja Gallery
Ruang Pameran “Warta” di Jogja Gallery

Pada masa kini, tulisnya, seniman menghadapi hal yang lebih kompleks, yaitu kecepatan teknologi informasi yang mengaburkan teritori dan batas-batas identitas. Munculnya internet yang mempermudah informasi membantu seniman dalam banyaknya referensi visual. Pada satu sisi hal ini menguntungkan karena seniman lebih leluasa dalam mengeksplorasi pengetahuan untuk mengolah visual dan material, pada sisi lainnya seniman bisa saja tergelincir dalam kegiatan plagiarisme. Kurangnya kritik dan pembahasan di dalam seni rupa semakin mempersulit penilaian terhadap karya-karya seni rupa. 

Kata Riski, Pameran “Warta” ini coba  menggiring pelaku kesenian (seniman, apresian) untuk kembali mempertanyakan seni rupa itu sendiri, dalam pola kurasinya pameran ini tidak mengikat seniman dalam sebuah konsep khusus. Seniman dibebaskan berkarya dengan kebiasaannya. Agar karyanya hadir dengan  jujur, mewartakan bagaimana seni rupa hari ini.

Ruang Pameran "Warga" di Jogja Gallery
Ruang Pameran “Warta” di Jogja Gallery

Adapun 49 seniman yang terlibat yakni Adi Suanjaya “Kencut”, Agus Putu Suyadnya, Andry “Boy” Kurniawan,Anton Afganial,Arbi Putra,Bunga Yuridespita,Danni Febriana, Diana Puspita Putri, Dias Prabu,Decki “Leos” Firmansah,Didin Jirot,Enggar Rhomadioni,Fajar Amali,Vendy Metodhos, Fika Ria Santika,Gatot Indrajati, Gilang Fradika,Hendra “Blankon” Priyadhani, I Wayan Piki Suyersa, I Wayan Sudarsana,Ignasius Dicky Takndare,Ipan Lasuang,Iqi Qoror,Isrol “Media Legal”, Iwan Suastika, Laksmana Ryo, M. Yakin,Mutiara Riswari, Nyochotan, Oktaviyani, Oky Antonius, Oky Rey Montha, Petek Sutrisno, Rahayu Retnaningrum, Rangga A Putra, Rendy Raka Pramudya,Ricky Qaliby, Ridho Rizki, Rizal Hasan, Ronald Effendi, Ronald Apriyan, Soni Irawan,Suvi Wahyudianto,Tempa, Theresia Agustina Sitompul,| Tommy Wondra, Widi Pangestu, OGGZ, Yoyok Siswoyo.

Redaksi