Dulohupa.id – Pasar harian Liluwo menjadi salah satu pasar yang ada di Kota Gorontalo yang seharusnya menjadi pusat perdagangan, mulai dari rempah rempah hingga kebutuhan pokok lainnya.
Sayangnya, kondisi pasar ini kini kian memperihatikan. Para pedagang justru mengaku kerap mengalami kerugian karena sepinya pembeli yang datang ke pasar. Bahkan, para pedagang menyebut pasar Liluwo menjadi pasar zonk.
“Sunyi sekali disini, saya jualan disini dari pertama pasar dia buka dan saat itu masih ramai. Cuman berapa tahun ini sudah banyak pedagang di pinggir jalan, pasar pasar dadakan itu yang beken sunyi,” Keluh seorang pedagang ayam potong di Pasar Liluwo Kota Gorontalo, Dedi.
Keluhan serupa juga disampaikan Midun, seorang pedagang ayam potong lain yang mengaku resah dengan adanya lapak lapak pinggir jalan. Midun mengaku terpaksa bertahan di pasar Liluwo karena tak ada pilihan lain meski kerap mengalami kerugian.
“Tinggal gengsi disini ini, so patah patah pedagang lain disini. Masih bertahan disini karena tidak tau mau mancari dimana lagi. Informasi yang di jalan jalan pemerintah mau bongkar, tapi sampe sekarang belum. Harusnya di bongkar kasih pindah ke pasar itu lapak lapak liar karena pengaruh sekali dipasar sini,” Ujar Midun.
Parahnya, karena kondisi pembeli yang sepi, membuat stok ayam potong milik pedagang tak mampu bertahan lama hingga berujung menjadi pakan ternak ikan lele.
Alih alih dapat untung, para pedagang malah dapat buntung, namun kondisi memaksa para pedagang tetap bertahan hidup di pasar Liluwo, Kota Gorontalo.
Tim Liputan Dulohupa












