Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PERISTIWA

Mahasiswa KKN Tematik UNG Pacu Semangat Warga Berwirausaha di Tengah Pandemi

×

Mahasiswa KKN Tematik UNG Pacu Semangat Warga Berwirausaha di Tengah Pandemi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Tematik UNG sedang menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan meningkatkan kreativitas UMKM Desa dan Literasi Pemasaran Digital Untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa, Desa Bululi, Kecamatan Asparaga. Foto/Dokumentasi tim KKN Tematik UNG.

Dulohupa.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengajak masyarakat Desa Bululi, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, untuk mengembangkan potensi yang ada di desa menjadi sumber penghasilan warga di tengah pandemi.

“Program membangun kreativitas masyarakat berskala UMKM dan literasi pemasaran digital berbasis pemberdayaan warga ini merupakan bagian dari program kami di lapangan, apalagi saat pandemi sekarang ini, masyarakat perlu didorong untuk membangkitkan semangat mereka dalam berwirausaha membantu perekonomian keluarga,” ujar Randi Abdullah, koordinator KKN Tematik UNG Desa Bululi, Rabu (17/11).

Randi mengungkapkan, kegiatan pelatihan tersebut sebagai bagian dari pengabdian KKN UNG kepada masyarakat Desa Bulili, dalam hal meningkatkan perekonomian warga desa dan peluang menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa. 

“Sosialisasi ini dibuat karena pihak pemerintah desa mengatakan masyarakat yang ada di desa ini berwirausaha produknya hanya itu-itu saja, sehingga konsumen kurang berminat dalam produk tersebut. Makanya. kami Mahasiswa KKN Tematik berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi UMKM ini,” jelas Randi.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi dan misi KKN Tematik UNG, yang tujuannya membangun perekonomian di desa dengan memanfaatkan potensi atau sumber daya  yang ada, apalagi saat pandemi sekarang ini, pemasaran digital sangat penting dalam dunia wirausaha.

“Sebelum pandemi, kegiatan UMKM di Desa Bululi  berlangsung dengan cukup baik, akan tetapi selama pandemik berlangsung sangat berdampak serius ditandai dengan terjadinya penurunan penjualan, dan permasalahan pada aspek pembiayaan, di mana masyarakat kesulitan mendapatkan bahan baku yang akan mereka gunakan, ditambah dengan adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Makanya pelatihan UMKM berbasis digital kami adakan,” tuturnya.

Sementara itu, Yulianti Alinti (39) warga Desa Bulili, menanggapi kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemasaran secara digital tersebut. Menurutnya, kegiatan pengembngan usaha seperti ini sangat baik bagi masyarakat, karena bisa memberikan pengetahuan yang baru sehingga dapat menambah penguatan kapasitas pelaku UMKM di desa meningkat.

“sosialisasi UMKM ini sangat membantu kami dalam berwirausaha. Pelaksanaan sosialisasi ini menambah pengetahuan kami dalam membuat sebuah produk yang baru agar konsumen tertarik untuk membeli produk kami. Kami masyarakat juga masih bingung bagaimana cara memasarkan produk yang dibuat, namun, ketika kami mengikuti sosialisasi ini kami sudah paham cara untuk memasarkan produk apalagi saat korona sekarang ini,” ungkapnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau