Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PERISTIWA

Lama Tak Terlihat, Ke Mana Bus NKRI BRT?

×

Lama Tak Terlihat, Ke Mana Bus NKRI BRT?

Sebarkan artikel ini
Tarif Bus Gorontalo
Bus milik Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dok: Dulohupa

Dulohupa.id- Layanan angkutan perintis Bus Rapid Transit (BRT) atau biasa dikenal Bus Trans NKRI yang dicanangkan Gubernur Gorontalo pada HUT ke-19 Provinsi Gorontalo tahun 2019 kemarin, kini tak lagi terlihat. 

Moda transportasi massal yang menjadi alternatif ini sejatinya sangat membantu masyarakat. Selain karena harganya yang murah, mobil ini menawarkan pengalaman yang baik. Hanya dengan tarif Rp 5 ribu untuk masyarakat umum, dan Rp 2 ribu untuk pelajar dan mahasiswa, penumpang bisa menikmati layanan transportasi ini.

“Bus Trans NKRI diharapkan bisa menjadi alternatif transportasi murah dan berkualitas bagi warga Gorontalo. Rute yang ditempuh juga menyasar tempat tempat strategis perkotaan seperti fasilitas rumah sakit, sekolah, pusat perdagangan dan perkantoran,” terang Gubernur Rusli seperti dikutip dalam laman web gorontaloprov.go.id, Minggu (17/11/19).

Karena itu, sebagai pelanggan setia BRT rute Kampus 1 UNG-Kampus 4 UNG, Usman yang yang merupakan mahasiswa mengaku rindu dengan Bus tersebut. Sebab, sudah setahun ini, Bus bercat biru itu tidak lagi terlihat. 

“Sejak pandemi sampai saat ini saya tidak melihat Bus ke kampus 4 beroperasi lagi,” tutur Usman kepada dulohupa.id melalui pesan whatsapp. 

Padahal, pria asal Kecamatan Batudaa Pantai ini menjelaskan, mengaku tidak keberatan ketika fakultasnya; teknik, dipindahkan ke kampus 4 UNG, karena ada moda transportasi yang cukup murah dan nyaman. 

Makanya, akibat operasional yang mandek banyak dari mereka yang merasa kesusahan. Terlebih, mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Kos-kosan di kampus empat sangat mahal untuk ukuran ekonomi saya, jadi saya masih kos di area kampus satu. Walau harus numpang teman untuk belajar di kampus empat,” tutur mahasiswa Arsitektur ini.

Harapan dari Usman tidaklah muluk, ia hanya menginginkan BRT ini mulai beroperasi lagi. Ia menyebutkan banyak dari teman-temannya yang merupakan mahasiswa, tenaga pengajar di kampus empat bahkan sampai masyarakat sekitar pun terbantu dengan layanan tersebut.

Reporter: Yunita Humola