Scroll Untuk Lanjut Membaca
OLAHRAGAPEMKOT GORONTALO

Kurangnya Pelatih Jadi Kendala Peningkatan Kualitas Olahraga di Kota Gorontalo

464
×

Kurangnya Pelatih Jadi Kendala Peningkatan Kualitas Olahraga di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Pelatih Olahraga
Walikota Gorontalo, Marten Taha bersama para atlet Kota Gorontalo. Foto: Diskominfo

Dulohupa.id – Kota Gorontalo secara umum terlihat memiliki berbagai potensi dalam sektor olahraga, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kurangnya pelatih yang berkompeten menjadi sebuah kendala yang dihadapi dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pada sektor olahraga di Kota Gorontalo.

“Kita kekurangan pelatih, apalagi pelatih-pelatih yang bersertifikat, sulit untuk kita bisa mendapatkannya. Makanya kenapa para atlet yang punya kemampuan dan harapan dimasa depan, tapi kalau latihannya tidak terstruktur dan tidak dilakukan berdasarkan standar-standar dalam olahraga akan susah. Sementara hanya mereka yang terlatih dan terdidik, pelatih yang sudah mengikuti berbagai tahapan pendidikan atau diklat yang paham, itu yang menjadi kelemahan kita saat ini dihampir semua cabang olahraga,” Ungkap Marten Taha, Jumat (14/04/2023).

Oleh karenanya, Walikota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan bahwa dalam menyusun road map, Pemkot Gorontalo memilih untuk bisa mendatangkan pelatih dari luar daerah agar para atlet dapat berprestasi. Salah satu program yang diberikan kepada KONI, dimana bagaimana pemkot bisa memperbanyak pelatih yang telah bersertifikasi.

Saat ini pelatih yang ada rata-rata hanya secara spontan untuk di tunjuk sebagai pelatih, karena masih kurangnya para pelatih.

“Harapan kita kedepan, program KONI maupun cabang-cabang olahraga ini agar lebih memperhatikan hal tersebut. Kemudian tenaga wasit dan juri ini juga kita butuhkan dalam rangka untuk mereka berkerja pada saat ada turnamen. Sebab jika kita kurang melakukan intensitas pertandingan pada setiap cabang, susah juga untuk bagaimana kita mengetahui sejauh mana kemampuan dan prestasi para atlet,” Ujar Marten.

Sehingga Marten Taha menegaskan bahwa pembinaan olahraga memang tidak mudah, karena harus melibatkan semua unsur.

Lebih lanjut Marten mengatakan saat ini terlihat ada salah satu cabang olahraga yang punya potensi di Gorontalo yaitu golf,  namun belum tergarap karena tidak memiliki pelatih dan tidak ada pembinaan serta berbagai keterbatasan sehingga para atlet tidak bisa berkembang.

“Apa yang menjadi penentu dalam keberhasilan itu bukan hanya sekedar terpaku pada kelembangaan, namun yang paling menentukan adalah lembaga masing-masing cabang, Karena mereka yang berhadapan langsung dengan pelatih, mereka yang paling tau bagaimana situasi dilapangan dan mereka juga yang sering berkecimpung bersama-sama denga atlet. Sehingga mereka yang ada di pengurus cabang olahraga, yang bisa mengetahui potensi yang dimiliki oleh para atlet, makanya harus dilakukan penataan yang tertib pada setiap pengurus cabang,” Imbuh marten.

Reporter: Kris