Dulohupa.id – Lion Hidjun Koordinator Lapangan (Korlap) Menyebut Oknum Kepala Desa di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango diduga biang kerok terjadinya kericuhan pada aksi unjuk rasa (Unras) di PT Gorontalo Mineral (GM).
Dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa itu terungkap dan diketahui massa aksi pada saat proses mediasi yang tengah dilakukan pihak kepolisian di Kantor PT GM belum lama ini.
Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi demo itu, Lion Hidjun mengaku, beberapa massa aksinya tengah diamankan oleh petugas kepolisian dan dibawa ke kantor PT GM untuk diperiksa.
“Justru Kami kaget ditangkap dan sudah berada di dalam kantor GM. Tiba-tiba ada oknum Kepala Desa yang menyatakan dirinya berada di sini membawa massa aksi ke kantor GM,” ungkap Lion Hidjun.
Sementara kata Lion Hidjun, jauh sebelum unras itu dilaksanakan dirinya tidak meminta kepada oknum kepala desa itu untuk ada massa aksi dari pihak kepala desa.
“Kami bisa pastikan. Karena kami mengetahui siapa saja orang-orang yang ada dalam barisan kami dan terbukti oknum kepala desa juga membawa massa aksi saat itu,” ujar Lion Hidjun.
Tak hanya itu, Lion juga menduga massa aksi yang kemudian digerakkan oleh oknum kades tersebut untuk menjadi tandingan adalah massa bayaran.
“Informasinya itu, oknum Kepala Desa membayar massa aksinya 50 sampai 100 ribu,” sebut Lion Hidjun.
Terpisah, Oknum Kepala Desa yang diduga membawa massa tandingan, Remin Gintulangi saat dikonfirmasi menepis terkait keterlibatannya dalam aksi tersebut.
“Kalau saya sih, untuk pengarahan massa tidak ada. Karena massa dimana. Namanya pengarahan massa berarti ada massa aksi,” kata Remin Gintulangi, via WhatsApp pribadinya, Jumat (25/8/2023).
Lebih jelas, Remin Gintulangi mengatakan, kalau memang dirinya membawa massa tandingan, berarti harus berorasi.
“Tapi sampai berakhirnya demo tidak ada. Jadi dimana saya bawa massa,” kata dia.
Terkait dengan keberadaan dirinya dalam aksi demo PT GM yang sampai berada dalam kantor, kata Remin, dirinya hanya sebatas memantau adiknya sebagai sekuriti di PT GM.
“Demo ini sudah tiga kali. Demo kedua adik saya di pukul massa aksi. Jadi saya datang ke situ sebenarnya cuman pantau sama dia (Sekuriti). Tapi persoalan massa terus terang saya tidak ada massa,” ucap Remin Gintulangi.
Reporter: Herman Abdullah











