Dulohupa.id – Kapolsek Paguat, IPTU Kusno Latjengke jadi pembina upacara bendera di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (9/2/2026).
Kegiatan menjadi pembina saat upacara bendera oleh Kapolsek Paguat di sekolah tersebut merupakan agenda untuk mensosialisasi tindakan yang dapat menjerat para siswa meski banyak disimpulkan dengan kenakalan remaja.
Namun dalam sosialisasi tersebut bukan berarti usia remaja tidak dapat dilakukan penindakan pidana sesuai hukum berlaku.
Kapolsek Paguat, IPTU Kusno Latjengke menjelaskan kepada para siswa dan siswi diharapkan dapat memilih dalam pergaulan, hindari kenakalan remaja yang berujung tindakan kriminalitas, diantaranya berupa perkelahian atau tawuran antar pelajar, kajadian asusila yang melibatkan pelajar, bullying, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran lalu lintas, serta perbuatan yang melanggar aturan hukum baik dalam Sekolah, Agama serta Masyarakat yang dapat merusak masa depan.
“Adik-adik, kenakalan remaja atau pelajar tersebut dapat diantisipasi diantaranya dengan untuk tidak berkumpul atau berkelompok di luar jam sekolah, apabila setelah kegiatan belajar mengajar selesai sebaiknya segera pulang ke rumah masing-masing. Patuh dan taat kepada guru dan orang tua. Menjalankan ibadah dan melaksanakan perintah agama dengan sebaik-baiknya,” ujar IPTU Kusno Latjengke.
Tak hanya itu Kapolsek juga menjelaskan bahwa saat ini perkembangan teknologi informasi sangat luar biasa. Informasi dapat kita peroleh dari mana saja, informasi apapun begitu mudah kita dapatkan, bisa di akses oleh siapa saja. Maka dari itu dirinya meminta agar para siswi dan siswa harus pandai-pandai di dalam bermedia sosial dan dapat menyaring mana berita yang benar dan mana yang hoaks.
IPTU Kusno Latjengke juga mengaku saat ini Polri sedang melaksanakan operasi kepolisian dengan sandi “Operasi Keselamatan Otanaha 2026”. Dirinya berharap adik-adik siswa yang belum memenuhi syarat untuk mengendarai kendaraan agar tidak membawa kendaraan sendiri karena belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), sebaiknya diantar oleh orang tua menuju ke sekolah dengan tetap mematuhi aturan berlalu lintas.
“Terkait dengan tata tertib berlalu lintas agar adik-adik siswa kiranya dapat menghindari pelanggaran yang dapat menimbulkan korban kecelakaan dalam berkendara,” ujarnya.
Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan yang sudah diberikan kepada dirinya untuk dapat hadir dan bertatap muka secara langsung menjadi pembina upacara dalam pelaksanaan upacara rutin hari Senin di SMP Negeri 1 Paguat.
“Upacara bendera di sekolah SMP Negeri 1 Paguat merupakan sarana pembentukan karakter, nasionalisme, dan disiplin siswa melalui rutinitas Setiap hari Senin pagi pada setiap sekolah-sekolah yang ada,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani











