Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Kapolres Pohuwato Diminta Mencopot Anggotanya yang Memukul Pendemo Omnimbus Law

Dulohupa.id – Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pohuwato, Azis Hudodo, meminta kepada Kapolres Pohuwato, Teddy Rayendra, agar segera mengusut pelaku pemukulan terhadap anggota PMII Pohuwato yang melakukan aksi tolak Omnimbus Law di kantor DPRD Pohuwato, Jumat (9/10) kemarin. Azis menduga, pemukulan terhadap dua anggota PMII itu dilakukan oleh aparat Kepolisian Pohuwato.

“Ada dua orang anggota kami yang mengalami tindakan represif dari aparat kepolisian saat aksi tolak Omnimbus Law di kantor DPRD Pohuwato,” terang Azis kepada Wartawan Dulohupa.id, Jumat (9/10).

Sesuai keterangan dari Azis, dua anggota PMII yang diduga mendapat tindakan represif dari aparat ialah, Nukhrawi (20) atau biasa dipanggil Awi , mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari aparat kepolisian, sehingga menyebabkan kaki bagian kanannya itu harus diperban, dan bagian kepala terasa sakit akibat menerima hantaman dari aksi saling dorong yang terjadi di pintu gerbang menuju kantor DPRD Pohuwato. Akibat dari insiden itu, Awi dilarikan ke dalam kantor DPRD oleh aparat kepolisian dan langsung mendapatkan tindakan medis.

Masa aksi PMII Pohuwato yang terluka akibat bentrok yang terjadi antara masa aksi dan aparat kepolisian. FOTO/Zulkifli Mangkau

Korban satunya lagi bernama Yusuf Abdjul (24), mengalami luka dibagian pelipis. Luka yang didapatkan Angky sapaan akrab Yusuf Abdju itu, akibat bersitegang dengan aparat kepolisian, saat mereka meminta kawan mereka Nukhrawi yang masih ditahan oleh aparat kepolisian.

Buntut dari insiden itu, Azis akan menyurati pihak kepolisian untuk tindak lanjut dari insiden pemukulan kader PMII Pohuwato. “kami akan mengusut terus insiden pemukulan ini, dan berharap Kapolres dapat mencopot aparat kepolisian yang melakukan pemukulan tersebut”.

Jika insiden pemukulan tidak diseriusi, lanjut Azis, PMII Pohuwato akan melakukan proses hukum dan akan melakukan aksi demonstrasi dengan massa yang lebih besar lagi.

“Jika pihak kepolisian tidak tanggap mencari siapa pelaku pemukulan tersebut, maka massa aksi yang lebih besar akan kami siapkan untuk melakukan demonstrasi, menuntut pelaku yang melakukan pemukulan tersebut,” tegas Azis.

Kata Azis juga, mewakili kader dan anggota PMII Pohuwato, ia mengutuk perlakuan aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap kader PMII tersebut.

“Kami mengutuk perlakuan aparat kepolisian yang bertindak represif seperti itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato, Teddy Rayendra mengatakan, akan mengecek bukti berupa video terkait pemukulan oleh aparat kepolisian kepada anggota PMII, yang melaksanakan aksi tolak omnimbus law di kantor DPRD kemarin.

“Soal pemukulan itu, nanti kita cek dulu yah, kan ada dua versi video. Satu dari pihak kami dan satu dari pihak masa aksi, nanti kita cek dulu,” terang Teddy kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).

Teddy juga menyampaikan, jika setelah dilakukan pengecekan kedua video tersebut, dan ditemukan ada pemukulan dari pihak aparat, maka aparat tersebut akan ditindak.

“Kami akan mengecek jika ada aparat kepolisian yang melakukan pemukulan. Akan kami periksa dulu. Kita harus lihat video dulu, jika terbukti, kita akan periksa. Soal sanksi, kami harus melihat video itu dulu, baru itu bisa dikeluarkan sanksi,” jelas Teddy lagi.

Dan jika terbukti ada pemukulan dari aparat kepolisian, Teddy mengungkapkan, hukuman yang bakal dikenakan ialah hukuman displin
dan kode etik.

AI