Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Ini Alasan Fraksi Golkar Tolak Lanjutan Pembangunan GOR di Bone Bolango

143
×

Ini Alasan Fraksi Golkar Tolak Lanjutan Pembangunan GOR di Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Fraksi Golkar tolak pembangunan Gor.
Ketua DPRD Bone Bolango di dampingi Bupati melakukan penandatanganan. (Ft. Istimewa)

Dulohupa.id – Fraksi Golkar Dewan Kabupaten Bone Bolango (DEKAB BONEBOL) dalam Rapat Paripurna persetujuan 3 RANPERDA dan RAPBD 2020 di ruang sidang DPRD BONEBOL, Sabtu, 23/11/2019. Pada kesempatannya pandangan umum fraksi Golkar Tegas menolak usulan lanjutan pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR), karena di nilai bukan menjadi skala prioritas.

“Masih banyak kepentingan lain yang merupakan arah kebijakan Pemerintah, yang mesti wajib diurus dalam rangka menurunkan angka kemiskinan seperti peningkatan UMKM, pengangaran Rumah Sakit, pembiayaan BPJS yang masih kurang, serta masalah JKN ketenaga kerjaan yang pada dasarnya dipandang sebagai kebutuhan yang sangat mendesak untuk masyarakat secara langsung ketimbangan GOR yang terlalu membebani APBD” Ucap Sofyan Lahiju Ketua Fraksi Golkar DEKAB BONEBOL saat di mintai keterangan wartawan Dulohupa.id Senin, 25/11/2019.

Meski di akui bagus, Sofyan mengaku lanjutan pembangunan GOR terlalu membebani APBD, terlebih mempertimbangkan celah fiskal yang minim karena banyak terkuras pada pemenuhan anggaran PILKADA 2020, baik pada penyelenggaraan maupun pengawasan

“Pembangunan GOR belum mendesak dan belum menjadi skala prioritas, kalau melihat celah Fiskal APBD kita yang minim imbas dari terkurasnya di pembiyaan Pilkada tahun depan yang memakan sebesar Rp 35 Miliar maka sebaiknya dievaluasi kembali. Terlebih dalam RAB dan DED-nya total anggaran yang dibutuhkan Rp 56 Miliar,  dengan rincian penganggaran tahun 2019 sebasar Rp 18,5  Miliar dan meminta kembali anggaran di tahun 2020 Rp 15 Miliar” tukas Sofyan.

Lebih lanjut,  Sofyan menyarankan pemerintah daerah untuk meminta bantuan Kementrian Pemuda dan Olahraga melalui APBN untuk mengurangi beban APBD.

“sikap kami menolak dan meminta GOR dipertimbangkan lagi, dievaluasi lagi. Misalnya sesuai sebagaimana yang sempat disentil oleh anggota lain dipembahasan tadi maka ada beberapa alternatif seperti evaluasi perencanaannya, termasuk anggaran dirasionalkan, serta Pemerintah baiknya memilih untuk meminta bantuan pembiyaannya lewat Kementerian Olahraga.” Tutup Sofyan. (Erik)