Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

IDI Kabupaten Gorontalo Menyunat Puluhan Anak Agar Bisa Puasa Ramadhan

×

IDI Kabupaten Gorontalo Menyunat Puluhan Anak Agar Bisa Puasa Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Seorang anak jalani prosesi sunat/FOTO: Fandiyanto Pou

Dulohupa.id- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo bersama Komunitas Taekwondo Indonesia, menggelar acara sunatan massal, di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Sabtu (10/4) siang. Sunatan yang diikuti oleh 52 anak itu bertujuan untuk supaya anak-anak tersebut bisa melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini. 

Ketua IDI setempat, Irawan Huntoyungo mengatakan, bahwa kegiatan itu merupakan bakti sosial pihaknya, kepada masyarakat  yang kurang mampu dari segi ekonomi. 

“Untuk khitanan (sunatan) massal ini pertama kita lakukan, tapi kalau bakti sosial lainnya sudah banyak dilaksanakan di tahun kemarin. Dokter yang kita turunkan di khitanan kali ini sebanyak tiga puluh dokter,” ujar Irawan Huntoyungo saat ditemui di tempat pelaksanaan. 

Lebih lanjut kata Irawan, khitanan massal ini rencananya akan terus dilaksanakan setiap tahun, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Sebab, banyak masyarakat yang terkendala biaya untuk melakukan salah satu kewajiban dalam agama islam tersebut. 

“Program yang kita jalankan ini memang dari program IDI sendiri, yang di mana di situ ada program kemasyarakatan. Jadi, kemungkinan program khitanan ini ke depannya akan terus dilakukan,” ungkap Irawanto. 

Ia pun berpesan kepada para orang tua anak, usai mengikuti sunatan itu, agar memeriksakan anaknya di puskesmas-puskesmas terdekat sampai lukanya sembuh total.

Sementara itu, Wahyu salah satu orang tua anak yang mengikuti sunatan massal mengucapkan terima kasih kepada IDI dan Taekwondo Indonesia Kabupaten Gorontalo, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Karena sunatan massal seperti ini banyak dampak positifnya. Selain bisa membuat anak-anak semakin berani untuk disunat, juga sangat membantu bagi mereka para orang tua.

“Anak-anak akan lebih berani ikut khitanan, karena dilihat ada banyak teman. Kegiatan ini juga sangat membantu sekali bagi masyarakat yang belum mampu. Karena kalau kita melaksanakan sendiri pasti ada biaya, dan ini alhamdulillah gratis,” tutup Wahyu.

Reporter: Fandiyanto Pou