Untuk Indonesia

HPSN di Gorontalo, Sri: Masyarakat Belum Disiplin Buang Sampah

"Sebenarnya budayanya masyarakat kita yang belum terlalu disiplinlah terkait sampah. Masih banyak juga yang buang sampah bukan pada tempatnya"

Dulohupa.id-Sejumlah masyarakat Gorontalo ikut merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan melakukan beberes atau bersih-bersih ruang publik pagi tadi, Minggu (21/2).

Beberes yang melibatkan mahasiswa dari jurusan arsitektur UNG serta sejumlah masyarakat peduli lingkungan itu, menyasar dua tempat yang memang kerap ramai dikunjungi masyarakat. Di antaranya adalah Taman Kota Gorontalo dan Taman Buah Kota Gorontalo.

Secara teknis, beberes di ruang publik itu sendiri setidaknya melibatkan puluhan masyarakat. Namun karena masih dalam masa pandemi COVID-19, maka kelompok itu dipecah menjadi dua, agar tidak menimbulkan kerumunan.

Sri Sutarni Arifin, seorang dosen arsitektur UNG serta anggota dari Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Gorontalo mengungkapkan, bahwa kegiatan pagi tadi itu, merupakan puncak dari rangkaian panjang peringatan HPSN yang mereka lakukan.

“HPSN ini setiap tahun ada kegiatan dari sejak tahun 2019-2020 , tetapi awal tahun 2020 kemarin pandemi COVID-19 jadi skalanya hanya di lingkup kampus saja. Kalau untuk tahun ini sudah mulai bisa bergerak, maka dilakukan pengumpulan sampah di ruang-ruang publik yang ada di kota Gorontalo,”ujar Sri pagi tadi usai melakukan pengumpulan sampah plastik.

Baca Juga:  Waspada! Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Akan Terjadi di Februari

Menurut Sri, ia bersama FKH selama ini terus mengampanyekan ‘kota hijau’. Salah satu strateginya kata dia dengan mendorong pengelolaan sampah yang bijak. Kata dia, pengelolaan sampah untuk skala kota, sejauh ini masih dengan metode lama. Yakni sampah dikumpulkan, lalu diangkut dengan mobil sampah ke TPA.

“Masih begitu terus belum ada yang mengelola (sampah) sendiri di rumah,”

Sejumlah mahasiswa beberes di Taman Kota Gorontalo/FOTO: Yusuf Konoli

Ia pun juga mengkritik sarana dan prasarana pendukung di ruang publik. Menurutnya, sejauh tidak banyak tempat sampah yang diletakan di ruang-ruang publik di Kota Gorontalo. Walaupun ada, biasanya tidak dirawat sehingga cepat rusak dan proses penggantiannya lama.

“Mestinya paling minim itu ada tempat sampah terpilah setiap sudut (ruang-ruang publik). Dan idealnya sebenarnya, ruang-ruang publik itu sudah ada komposter dan tempat sampah yang terpilah. Bahkan seharusnya bukan hanya ruang publik tapi pelaku-pelaku usaha semuanya sudah harus mengolah sampah sendiri, tidak lagi dibebankan ke DLH untuk diangkut ke TPA,” jelas Sri.

Baca Juga:  Dukung Kegiatan Japesda, Pemprov Sulteng Akan Bangun Kolaborasi Pengelolaan Gurita

Kenyataanya kata dia, tempat sampah di ruang-ruang publik masih kurang. Banyak yang rusak serta pemeliharaan juga kurang.

“Kalau di tempat publik, yang awal itu sebenarnya budayanya masyarakat kita yang belum terlalu disiplinlah terkait sampah. Masih banyak juga (masyarakat) yang buang sampah bukan pada tempatnya, makanya bisa dilihat di ruang-ruang publik hasilnya cukup banyak,” jelanya Sri.

“Kita sebenarnya mau mewujudkan Gorontalo yang bersih. Walaupun banyak pihak yang terlibat, kalau cuma sebatas membersihkan kemudian pergi, maka dampaknya tidak berkelanjutan. Kita hanya mau menginspirasi banyak orang untuk mengelola sampah secara berkelanjutan,” tambah Sri memungkasi pernyataanya.

Comments are closed.