Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Gerakan Rakyat Peduli Gorontalo Desak Tambang Ilegal di Pohuwato Ditutup

Dulohupa.id – Massa aksi yang mengkalim diri sebagai gerakan Pemuda Rakyat Peduli Gorontalo, melakukan aksi demonstrasi di Polda Gorontalo, DPRD Provinsi Gorontalo, dan Kantor Gubenrur Gorontalo, Kamis (24/9)

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut sejumlah persoalan yang terjadi di Kabupaten Pohuwato. Salah satunya persoalan pertambangan emas di wilayah tersebut. Isu pertambangan mencuat karena sejumlah bencana banjir yang dilaporkan terjadi beberapa waktu kemarin, dicurigai sebagai dampak buruk dari aktivitas tersebut.

Eksplorasi yang ektrem terhadap wilayah-wilayah hutan di Kabupaten Pohuwato dianggap sebagai biang kerok bencana-bencana tersebut. Apalagi lokasi-lokasi itu tidak jauh dari permukiman penduduk.

Makanya, aksi ini menuntut agar aktivitas pertambangan ilegal di Pohuwato segera ditutup. Tidak hanya itu, massa aksi bahkan menuntut untuk Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pohuwato, dicopot dari jabatannya karena membiarkan praktik ilegal tersebut.

“Kita minta copot Kapolres Pohuwato, kenapa kita menuntut itu karena membiarkan tambang liar yang ada di Pohuwato. Juga tindak tegas kalau ada oknum aparat yang terlibat dalam mafia pertambangan,” kata Paris Jafar, koordinator aksi tersebut.

Sebab kata Paris, aktivitas pertambangan tersebut sudah menggunakan alat berat (ekskavator). Artinya, tidak hanya dikerjakan oleh para masyarakat kecil, namun oleh pemodal besar. Kata dia, alat-alat yang mengeksplorasi hutan Pohuwato untuk tambang ilegal sudah sangat banyak.

“Itu (alat berat) sudah banyak. Kami sudah mengantongi data-data itu, (bahkan) kami sudah turun langsung di lapangan,” tutup Paris.

Reporter: Mega
Editor  : Wawan Akuba