Untuk Indonesia

DPRD Dinilai Tak Jeli Melihat Dampak Buruk Galian C di Desa Dutohe

Dulohupa.id- Masyarakat Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango menyayangkan sikap DPRD Bone Bolango yang tidak melihat dengan jeli kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang galian C di sungai di desa tersebut. 

Faisal Yunus kepada dulohupa.id mengungkapkan, bahwa respon Ketua Komisi II, Sofyan Wahidji terkait keberadaan tambang galian golongan C oleh CV Cahaya Karya Abadi itu, sangat tidak berpihak kepada masyarakat. 

Sebab, Sofyan hanya menyoroti persoalan prosedur administrasi, dan tidak melihat penolakan masyarakat terhadap keberadaan tambang ini sebagai ancaman untuk lingkungan. 

Tidak hanya itu, DPRD juga dinilai gagal melihat persoalan inti yang menjadi dasar penolakan masyarakat. Kata Faisal, DPRD hanya menyoroti soal dampak penyakit ISPA dan kerusakan jalan. Sedangkan soal penggerusan lahan pertanian akibat aktivitas tambang itu, tidaklah disoroti dan menjadi bahan pertimbangan. 

Fatalnya kata Faisal, dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan oleh DPRD, warga merasa tidak dilibatkan. 

“Awalnya DPRD komisi dua sudah turun mengecek lokasi galian C, setelah itu masyarakat hanya diminta untuk menyediakan foto copy surat tanah. Atas dasar itu, kami sudah sediakan surat tanah dan menunggu diundang,” ungkap Faisal.

“Kami menunggu undangan dari DPRD untuk melaksanakan RDP, sampai hari ini yang diundang hanya pengelola CV Cahaya Karya Abadi, Kepala Desa, Balai Sungai, dan Dinas Pertambangan. Sedangkan kami yang menuntut tidak diundang dalam RDP yang dilaksanakan pada Selasa kemarin,” tambah Faisal. 

“Sekarang lahan pertanian kami terancam tergerus air, itu sebabkan oleh adanya aktifitas pertamabangan yang berada di dekat lahan pertanian kami. Pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi pada masyarakat, bahkan kepala desa setempat tidak melakukan sosialisasi.” tegas Faisal. 

Sebelumnya, seperti dikutip dari kronologi.id, Komisi II DPRD Bone Bolango menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait masalah aktifitas penambangan CV. Cahaya Karya Abadi di Sungai Bone desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Selasa, (6/7). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II, Sofyan Wahidji mengungkapkan, bahwa aktivitas penambangan CV. Cahaya Karya Abadi serta sudah mengantongi izin dan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga:  Terpapar Covid-19, Rusli: Jangan Main-Main dengan Corona Ini

“Kalau terkait izin penambangan, CV. Cahaya karya abadi sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga ESDM sudah mengeluarkan izin atas dasar rekomendasi dari Balai Sungai, TKPRD, dan dinas lingkungan hidup,” ujar Sofyan sebagaimana dikutip dari kronologi.id.

Reporter: Yusuf Konoli

Comments are closed.