Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATAN

Dinas Kesehatan Gorontalo ajak Warga Waspada Penyakit Cacar Monyet

150
×

Dinas Kesehatan Gorontalo ajak Warga Waspada Penyakit Cacar Monyet

Sebarkan artikel ini
Cacar Monyet
Ilustrasi penyakit Cacar Monyet. Foto/Hellosehat

Dulohupa.id – Penyakit cacar monyet atau monkeypox telah dikabarkan masuk di indonesia dan sudah ada beberapa korban yang terinfeksi penyakit tersebut.

Cacar monyet atau monkeypox merupakan sebuah infeksi virus yang ditandai dengan bintil yang bernanah di kulit. Sehingga perlu kewaspadaan dini untuk melakukan pencegahan atas penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase mengatakan bahwa penyakit monkeypox belum terdeteksi di Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo.

“Makanya tetap ada pencegahan yang dilakukan. Pertama yakni dengan tindakan pola hidup sehat,” ungkap Ismail Akase.

Selain itu ada terdapat banyak tindakan yang harus dilakukan kata Ismail dan itu sudah menjadi kebiasaan hidup sehat. Yakni terus mencuci tangan dengan sabun dan lain sebagainya.

“Kita juga harus menghindari kontak langsung dengan hewan-hewan yang dicurigai berpotensi terjadi penularan. Seperti monyet dan tikus,” kata Ismail Akase.

Tak hanya itu saja. Ismail juga mengatakan bahwa seminimalisir mungkin mengurangi bepergian ke wilayah atau negara yang potensi besar terjadi penularan.

“Isunya sampai hari ini di data kami belum ada yang terinformasi ada kasus itu. Gorontalo sampai hari ini aman dari cacar monyet. Hanya memang perlu untuk kita waspadai,” tandas Ismail Akase.

Dikutip laman dari Kementerian Kesehatan, Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Masih ada ketidakpastian tentang sejarah alami virus ini. Begitu pula sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama.

Sementara Gejala cacar monyet yaitu demam lebih dari 38 derajat celcius. Serta muncul ruam setelah satu hingga tiga hari.

Selanjutnya munculnya ruam perubahan warna kulit, munculnya benjolan kecil setengah mili meter, dan muncul gelembung berisi cairan nanah. Untuk perkembangan ruam lambat selama tiga hingga empat minggu. Serta ada penampakan khas, limfadenopati atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Reporter: Herman Abdullah