Dulohupa.id – Di akhir tahun masa jabatan pemerintahan Sehat Maju dan Sejahtera (SMS), Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga memohon maaf manakala ada program yang belum terselesaikan.
Hal itu disampaikan Bupati Pohuwato dihadapan warga Kecamatan Dengilo pada penyerahan bantuan ekonomi kerakyatan dalam rangkaian kegiatan gebyar SMS, Jum’at (8/3/2024).
Saipul juga menyampaikan, bahwa gebyar saat ini merupakan gebyar SMS gelombang ke empat. Artinya, di pemerintahan mereka yang memasuki tahun ketiga program ini terus berjalan, yang dimulai sejak tahun 2022.
Dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan di tahun 2024 ini. Maka Saipul mengaku masa kepemimpinan (Bupati Saipul Mbuinga dan Wakil Bupati Suharsi Igirisa) terpotong satu setengah tahun. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dengan keterbatasan waktu dengan regulasi yang ada.
“Manakala ada program-program yang belum terselesaikan berdasarkan visi-misi yang kami sampaikan pada saat itu, kami mohon maaf,” ungkap Bupati Saipul.
Tak hanya itu, dirinya juga mengaku memang pada awal pemerintahan mereka sudah diperhadapkan dengan adanya pandemi Covid-19. Tapi kata dia hal itu tidak membuat mereka berputus asa, mereka tetap komit, konsisten bersama seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan terobosan yang sangat maksimal agar program kemasyarakatan tetap jalan. Sehingga dengan upaya dan kerja keras semua, berbagai program telah dijalankan dan dirasakan oleh masyarakat.
“Seperti halnya dengan program gebyar SMS ini, meski baru 3 tahun menjabat, gebyar saat ini sudah yang ke empat kalinya. Kami pun sangat mengapresiasi di mana setiap pelaksanaan gebyar SMS mendapat antusias yang besar dari masyarakat. Ini menandakan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Saipul Mbuinga.
Reporter: Hendrik U Gani











