Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWAPOHUWATO

Danramil Marisa Bantah Anggotanya Aniaya Penambang Emas

×

Danramil Marisa Bantah Anggotanya Aniaya Penambang Emas

Sebarkan artikel ini
Aniaya Penambang
Anggota Koramil 1313/02 Marisa saat melakukan mediasi kepada sejumlah penambang lokal Pohuwato dan penambang lokal yang berasal dari Bolmut/ist

Dulohupa.id – Niat hati ingin mendamaikan kedua belah pihak antara penambang emas lokal Pohuwato dan penambang dari Bolaang Mongondow Utara (Bomut) yang bertikai. Pihak Komando Rayon Militer (Koramil) 1313/02 Marisa, justru dituding melakukan tindak penganiayaan kepada salah satu pihak.

Informasi tersebut langsung dibantah Danramil 1313/02 Marisa, Lettu Arm Asriyadi. Ia menegaskan, pihaknya hanya mengundang kedua tokoh masyarakat yang bertikai tersebut untuk melakukan audiensi dan mediasi di Kantor Koramil Marisa. Dengan Mediasi yang cukup panjang, akhirnya kedua belah pihak menyetujui kesepakatan dengan membuat surat pernyataan damai yang ditanda tangani kedua belah pihak dan para saksi.

Lettu Arm Asriyadi juga menepis pemberitaan oleh beberapa media online yang memberitakan dugaan pemukulan oleh oknum anggota Koramil Marisa terhadap 3 orang penambang dari Bolmut tersebut. Ia menegaskan hal itu tidak benar.

“Berita itu tidak benar, yang sebenarnya adalah Koramil 1313-02/Marisa bersama tokoh masyarakat melakukan audiensi terhadap kedua belah pihak penambang lokal dan penambang luar daerah (Mania) guna membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lokasi pertambangan dengan cara kekeluargaan dan dapat terselesaikan secara damai,” jelas Lettu Arm Asriyadi, Kamis (2/3/2023).

Disamping itu salah satu warga yang bertikai itu menjelaskan, duduk persoalan hingga terjadinya mediasi dilakukan pihak Koramil Marisa.

Dirinya menyebut jika beberapa hari sebelum dilakukan mediasi tepatnya pada tanggal 26 Februari, telah terjadi penghadangan yang dilakukan oleh sekelompok penambang dari luar kepada penambang lokal.

Ketegangan antar kedua belah pihak pun sempat memanas hingga berhujung pengancaman yang dialami salah satu warga lokal.

“Setelah kejadian itu kita di mediasi oleh bapak-bapak TNI (Koramil). Karena kita disini pun tidak terima, karena ada yang diancam dengan parang. Dan Alhamdulillah dari mediasi itu baik kita penambang lokal dengan para penambang dari luar itu sama-sama sudah sepakat untuk saling damai. Artinya tidak lagi ada yang menghadang, juga kami pun tidak menggangu mereka,” tutur warga Kecamatan Buntulia tersebut.

Tak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan jika dalam proses mediasi yang dilakukan pihak Koramil, tak ada satupun warga baik itu penambang lokal maupun dari pihak lain yang mengalami penganiayaan.

Bahkan kata dia, upaya Koramil justru membuahkan hasil yang baik dan bisa diterima oleh kedua belah pihak sehingga potensi terjadinya konflik tidak terjadi.

“Tidak ada itu pak, apalagi kalau sampai dibilang di ikat tanganya, ditarik, kami sendiri saksinya waktu itu. Kalaupun ada pasti kami-kami ini juga lihat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Koramil Marisa dituding melakukan penganiayaan terhadap sejumlah warga penambang asal Bolaang Mogondow Utara, yakni masing-masing berinisial Y, S, F dan M, saat menambang di wilayah Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Senin (27/2/2023).

Reporter: Hendrik Gani