Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWA

Beredar Video Penyerangan di Kantor Satpol PP Kota Gorontalo

×

Beredar Video Penyerangan di Kantor Satpol PP Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Penyerangan Satpol
Penggalan video Segerombolan orang mendatangi dengan menyerang kantor Satpol PP Kota Gorontalo.

Dulohupa.id – Beredar video penyerangan di kantor Satpol PP Kota Gorontalo yang terjadi pada Minggu Dini hari (06/7/2025). Dalam video tersebut memperlihatkan segerombolan orang memasuki kantor Satpol PP.

Awalnya Petugas Satpol PP mempertanyakan tujuan kedatangan mereka. Bahkan petugas Satpol dilarang untuk merekam.

Tak berselang lama, terdengar dentuman keras seperti adanya lemparan batu. Saling kejar tak terhindarkan di depan kantor Satpol PP.

“Wei kenapa ngoni (kalian) ba bongkar torang pe kantor, kenapa ngoni bongkar. Lapor dorang ke Kapolda. Ngoni kaseh lia kapalaangi (Nakal) bos,” teriak petugas Satpol PP.

Tak sampai disitu, petugas Satpol mengejar mereka hingga ke pinggir jalan agar tidak melarikan diri. Mereka pun meninggalkan lokasi sambil memainkan knalpot brong.

Seperti diketahui, akibat penyerangan itu, kaca kantor pecah dan satu unit komputer rusak dibanting.

Berikut Video Penyerangan di Kantor Satpol PP Kota Gorontalo di bawah ini:

Sementara Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengatakan tindakan penyerangan itu diduga dilakukan melibatkan oknum polisi. Meskipun ada dugaan pengeroyokan, Adhan meminta hal itu dilaporkan, jangan merusak fasilitas kantor.

Adhan mengatakan, permasalahan itu buntut dari dari razia Kafe tak berizin milik Orangtua Oknum polisi. Kafe tersebut diduga menjual miras dan menyediakan ledis (wanita penghibur). Kata Walikota, oknum polisi membela usaha Kafe yang dirazia Satpol PP.

“Izinnya kan habis tahun 2024 dan pemerintah sudah pernah tegur. Apapun alasannya, apalagi menjual Miras dan ada Ledis, tidak ada cerita, gulung,” tegas Adhan kepada awak media, Jumat (11/7/2025).

Lanjut Adhan, setelah dugaan pengeroyokan itu oknum polisi melakukan penyerangan fasilitas kantor Satpol PP.

“Setelah kejadian itu, kenapa harus menyerang kantor Satpol PP. Katanya dia masuk rumah sakit, kenapa usai merusak fasilitas kantor, besoknya nanti masuk rumah sakit. Ini kan lucu,” ungkap Adhan.

Wali Kota jua meminta Kapolda untuk tegas dalam menindak oknum polisi diduga terlibat dalam melakukan perusakan kantor. Menurutnya hal ini merusak citra kepolisian.

“Padahal bulan Juli ini kan hari Ulang Tahun Bhayangkara, malah diperlihatkan oleh oknum polisi yang model begini,” katanya.

Adhan juga menegaskan Satpol PP tak pernah membawa alat kejut listrik saat razia. Ia meminta tudingan itu bisa dibuktikan. Sementara terkait dugaan peroyokan Satpol PP terhadap polisi, Adhan mengatakan ada proses hukumnya jika itu terbukti.

Redaksi