Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Bantah Tudingan Keluarga Korban, RS Multazam: Itu Semua Tidak Benar

×

Bantah Tudingan Keluarga Korban, RS Multazam: Itu Semua Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
direktur-RS multazam-Gorontalo-dulohupa.id-
Direktur Rumah Sakit Multazam Kota Gorontalo, Sahruddin Sam Biaya saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di RS. Multazam, Senin (18/10/2021).

Dulohupa.id- Direktur Rumah Sakit (RS) Multazam, Syahruddin Sam Biya membantah seluruh tudingan keluarga korban kepada pihaknya. 

“Terkait tudingan keluarga korban tidak ada resep yang diberikan pihak RS Multazam, kemudian juga ada tudingan yang mana kami tidak melayani pasien dengan baik, dan juga mengeluarkan pasien dari RS kami, itu semua tidak benar” ungkap Syahruddin dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kota Gorontalo siang tadi, Selasa (19/10/2021). 

Namun untuk membuktikan hal itu, secara profesional Syahruddin mengungkapkan, telah meminta pihak berwenang atau dalam hal ini Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

“Kami telah meminta kepada MKEK untuk segera mengusut tuntas kasus ini, karena biar bagaimanapun ini berdampak ke semua sektor, terutama kepada pasien lain yang juga sementara dirawat di RS kami.” tutur Syahruddin. 

Sebelumnya, suami pasien yang diduga menjadi korban malapraktik dokter di RS Multazam mengungkapkan, bahwa pihaknya kecewa dengan pelayanan di rumah sakit tersebut. Menurutnya, para perawat tidak profesional dalam menangani istrinya. 

Sebab, usai beberapa hari dioperasi, tim tenaga kesehatan di rs tersebut dituding melepaskan jahitan di perut istrinya tanpa penanganan medis yang baik. Meski tidak dijelaskan apa yang salah dari tindakan medis itu, namun menurut suami korban berinisial YH, bahwa setelah tindakan itu, dokter di RS Multazam justru memulangkan istrinya tanpa resep dokter.

Lebih mengecewakan lagi kata suami korban, bahwa oknum dokter yang menangani saat itu mengucapkan, tidak ada harapan sembuh lagi untuk korban. **