Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALOHEADLINE

Arus Mudik Lebaran, Otoritas Pelabuhan Gorontalo Siapkan 2 Armada Kapal

×

Arus Mudik Lebaran, Otoritas Pelabuhan Gorontalo Siapkan 2 Armada Kapal

Sebarkan artikel ini
Lebaran Mudik
Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Aswin Lamula saat memberikan keterangan terkait puncak arus mudik lebaran 2024. Foto/yayan

Dulohupa.id – Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo (Pelabuhan Ferry Gorontalo) siap hadapi puncak arus mudik menjelang lebaran tahun 2024.

Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Aswin Lamula saat ditemui tim Dulohupa pada Senin (01/04/2024) malam, mengatakan bahwa terdapat 2 armada kapal siap melayani pemudik.

“Suasana arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo terpantau masih normal. Mungkin nanti mulai tanggal 3 April ada gambaran untuk melonjak, karena memang pada tanggal tersebut mulai liburan anak sekolah,” ujar Aswin kepada Dulohupa.

“Puncaknya itu sekitar tanggal 8 April itu perkiraan, karena memang keberangkatan terakhir (kapal fery),” lanjutnya lagi.

Kata Aswin, pihaknya sampai dengan saat ini telah sigap jika pada puncak mudik nanti terjadi lonjakan pengguna jasa transportasi laut. Dalam mengantisipasi pembludakan penumpang, dirinya bersama tim telah menyediakan mekanisme untuk tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Kita memang ada langkah-langkah untuk mengantisipasi lonjakan yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo. Antara lain, ketika melonjak kita perhitungkan dengan jumlah kapasitas keselamatan yang ada diatas kapal, dengan tidak mengabaikan aturan, mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penumpang diatas kapal saat berlayar dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan,” pungkasnya.

Adapun 2 armada tersebut, KMP Moinit dengan kapasitas 196 penumpang serta KMP Tuna Tomini yang masing-masing mengangkut 220 penumpang beserta kendaraan roda dua dan roda empat.

“Akan tetapi, ada waktu-waktu tertentu kita dibolehkan untuk melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. (seperti) Liburan sekolah, angkutan lebaran ataupun angkutan nataru (natal dan tahun baru) itulah waktu-waktu tertentu yang dibolehkan untuk melewati SKKP yang dimaksud,” jelas Aswin.

Kata Aswin, meski diperbolehkan melewati kapasitas, namun tetap memperhatikan batasan jumlah keselamatan life raft di atas kapal.

“Life raft yang ada di Moinit itu 21 unit. Setiap unitnya itu kapasitasnya 25 orang. Jadi ada 525 kita batasi disitu. Bila ada penumpang yang lebih (kapasitas) maka menunggu pelayaran selanjutnya,” tutupnya.

Reporter: Yayan