Dulohupa.id-Angka pengidap kusta di Kota Gorontalo, mengalami penurunan hingga 0,88 per 10,000 penduduk pada tahun 2020. Sebelumnya, pada tahun 2019, berada di angka 1,21 per 10,000 penduduk.
“Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Gorontalo tahun 2019, angka kesakitan kusta mencapai 1,21 per 10,000 penduduk, sedangkan pada tahun 2020 menurun menjadi 0,88 per 10,000 penduduk,” ungkap Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F Kono pada pada kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Kemoprofilaksis Kusta tingkat Kota Gorontalo tahun 2021 Hotel Grand Q Sore tadi, Kamis (18/3)
Ia menambahkan, bahwa untuk Kota Gorontalo pada tahun 2019 terdapat 23 kasus baru, namun pada 2020 penemuan kasus baru hanya sebanyak 18 kasus.
“Namun angka kecacatan tingkat dua meningkat menjadi 44,5% dari target kurang dari 5%,”tutur Ryan
Oleh karena itu kata Ryan, tujuan pelaksanaan kegiatan itu, untuk menekan angka kasus baru, dengan menghentikan penularan kusta pada tahun yang akan datang.
“Kemoprofilaksis kusta menjadi salah satu pintu masuk kita untuk mencapai tujuan tersebut. (dan) perlu kerja ikhlas,cerdas, tuntas, dan saling bersinergi dari seluruh pemangku kepentingan dan kebijakan, sehingga kita dapat mewujudkan Kota Gorontalo bebas kusta,” kata Ryan.
Ryan mengungkapkan, pengendalian kusta adalah program prioritas nasional. Targetnya, adalah dengan menekan angka kasus kusta tingkat Provinsi Gorontalo dan tingkat kabupaten dan kota tahun 2024.
“Untuk mencapai eliminasi kusta, Kementerian Kesehatan berupaya melakukan akselerasi melalui berbagai kegiatan inovasi, antara lain yaitu kemoprofilaksis,”
Menekan angka kasus kusta di Kota Gorontalo kata Ryan, pihaknya melakukan tracking kontak. Setiap satu pengidap kusta, maka akan dilakukan tracking kepada 20 kontak eratnya.
“Kusta atau leprosy termasuk jenis penyakit dengan stigma tinggi. Orang merasa ketakutan mengalami penularan, sebab melihat dampak kusta secara fisik yaitu cacat kerusakan tubuh yang nampak mengerikan,”tutup Ryan.
Reporter: Yusuf Konoli












