Dulohupa.id – Pemerintah Kota Gorontalo segera lakukan uji coba sistem satu arah atau one way di jalan HB Jassin pada 27 dan 28 Oktober mendatang.
Meski mendapat sejumlah kritikan dari masyarakat yang menilai rencana penerapan one way cukup menyulitkan masyarakat, namun dari tanggapan akademisi Universitas Bina Taruna (Unbita) Gorontalo mengungkapkan bahwa one way menjadi salah satu cara atau solusi dalam mengurai rawannya kemacetan di wilayah perkotaan.
“(one way) ini bagian dari salah satu solusi menejemen transportasi perkotaan. Satu arah ini untuk meminimalisir kendaraan yang akan melewati jalan itu,” ujar ketua Prodi Perencanaan Wilayah Unbita Gorontalo, Dewi Sartika Zees, (23/10/2025).

Menurut dia, penerapan satu arah ini bertujuan agar kendaraan tak hanya bertumpu di jalan tertentu saja, melainkan para pengendara dapat menggunakan jalan-jalan alternatif yang ada, sehingga meminimalisir terjadinya kemacetan.
Soal keberatan warga dari rencana penerapan one way ini menurut Dewi mungkin dikarenakan adanya alasan. Seperti halnya jarak tempuh hingga hematnya penggunaan bahan bakar kendaraan.
“Kalau untuk yang setuju (masyarakat) berarti mereka tau sebenarnya fungsi dari jalan satu arah ini, jadi mereka tau ada beberapa jalan alternatif untuk dilewati agar mencegah kemacetan, kalau yang paham,” jelasnya.
“Kalau mereka yang tidak setuju dengan satu arah itu, sebenarnya yang mereka pikirkan yang pertama meminimalisir penggunaan bahan bakar,” lanjutnya.
Selain itu, alasan lainnya juga yaitu soal meminimalkan waktu tempuh dari satu titik ke titik atau tempat berikutnya. Jika diterapkan one way, secara otomatis masyarakat yang akan menuju ke tempat tertentu dengan arah berlawanan maka pengedara tersebut harus mengambil jalur lain atau berputar balik. Hal ini pun menjadi alasan keberatan sejumlah warga soal rencana penerapan one way jalan HB Jassin kedepan.
Reporter: Yayan












