Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Salat Istisqa di Lapas Gorontalo, Jemaah Panjatkan Doa agar Hujan Turun

×

Salat Istisqa di Lapas Gorontalo, Jemaah Panjatkan Doa agar Hujan Turun

Sebarkan artikel ini
Salat Istisqa
Lapas Gorontalo Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama di tengah musim kemarau. Foto/hms

Dulohupa.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar serta permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Kegiatan diikuti jajaran petugas serta sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Gorontalo dan Ketua Dharma Wanita Pesatuan Lapas Gorontalo Nyonya Junaidi Rison, Jumat (18/92026).

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ dipimpin langsung oleh Ustad Nasir Husain. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, mulai dari pelaksanaan shalat hingga doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, Ustad Nasir Husain mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak istighfar dan doa. Shalat Istisqa’ menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

“Melalui Shalat Istisqa’ ini, mari kita bersama-sama memohon ampunan kepada Allah SWT dan berdoa agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan,” ujar Ustad Nasir Husain.

Sementara itu, Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus sarana untuk meningkatkan ketakwaan seluruh jajaran.

“Kita berikhtiar dan berdoa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita semua semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan,” ungkap Junaidi.

Kalapas mengimbau kepada seluruh petugas maupun warga binaan untuk menggunakan air bersih secara hemat dan bijak di tengah keterbatasan ketersediaan air.

“Dengan kondisi ketersediaan air yang mulai terbatas, saya mengimbau kepada seluruh petugas dan warga binaan agar benar-benar menghemat penggunaan air. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan. Namun, keterbatasan air bukan menjadi alasan bagi kita untuk mengabaikan kebersihan,” tegas Junaidi.

Ia menekankan, kebersihan diri, blok hunian, lingkungan kerja, serta seluruh area Lapas harus tetap dijaga secara maksimal. Menurutnya, kebersihan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan seluruh penghuni Lapas.

“Kita harus tetap memastikan kebersihan diri, kebersihan blok hunian, dan lingkungan Lapas terjaga dengan baik. Mari kita gunakan air secara bijak, tetapi standar kebersihan dan kesehatan seluruh penghuni Lapas tidak boleh menurun,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah dengan penuh harap memanjatkan doa agar hujan segera turun, membawa kesejukan, mengatasi kekeringan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.