Dulohupa.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 menggelar pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang menjadi program inti mahasiswa KKN Tematik tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Boludawa dan kader Posyandu setempat. Pelatihan diikuti oleh para ibu hamil dan ibu menyusui sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi anak sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan balita.
Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bahan baku pembuatan PMT. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sekaligus cara mengoptimalkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung tumbuh kembang balita.
Mahasiswa KKN Tematik UNG menghadirkan praktisi kesehatan, Abdul Salam Butolo, S.KM., sebagai pemateri. Dalam penyampaian materinya, ia memberikan edukasi mengenai peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta pentingnya mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan yang sehat dan bergizi.
Pemanfaatan bahan pangan lokal dinilai dapat menjadi salah satu langkah yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Selain relatif mudah diperoleh, bahan pangan lokal juga dapat diolah menjadi beragam menu PMT sesuai dengan kebutuhan gizi balita.
Sementara, sekretaris Desa Boludawa menyambut positif pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Tematik UNG tersebut. Menurutnya, pelatihan PMT memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman para ibu mengenai pemenuhan gizi anak.
“Kami dari Pemerintah Desa Boludawa menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik UNG. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi para ibu, terutama mereka yang memiliki balita, dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujar Sekretaris Desa Boludawa.
Ia juga mengapresiasi pelatihan yang mengangkat potensi bahan pangan lokal karena dinilai lebih dekat dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan oleh para ibu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia, masyarakat dapat menyediakan makanan tambahan yang bergizi bagi balita sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Periode II UNG berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat juga diharapkan terus berlanjut guna mendukung percepatan pencegahan stunting di Desa Boludawa.











