Gorontalo – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mencatat hasil membanggakan dalam pelaksanaan Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Peserta Didik Profesi Apoteker (PDPA) periode 2 tahun 2026.
Dari peserta yang mengikuti ujian kompetensi tersebut, tingkat kelulusan mencapai 92,3 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan profesi apoteker yang dijalankan UNG dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kefarmasian profesional.
UKOMNAS sendiri menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kompetensi calon apoteker secara komprehensif, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun kesiapan menjalankan tugas profesional di bidang kefarmasian.
Tingginya angka kelulusan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan peserta didik dalam memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan bagi calon apoteker.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dalam menjaga kualitas proses pembelajaran.
Menurut Hartono, penguatan kompetensi mahasiswa dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari pembelajaran akademik, pengembangan kompetensi klinis, proses pembimbingan hingga persiapan menghadapi evaluasi kompetensi profesi.
“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, dukungan para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker,” ungkap Hartono.
Ia menilai capaian tersebut menjadi dorongan bagi FOK UNG untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan profesi.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas ketika memasuki dunia kerja.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., turut memberikan apresiasi atas capaian tingkat kelulusan peserta Pendidikan Profesi Apoteker pada UKOMNAS periode 2 tahun 2026.
Eduart berharap hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan akademik.
Ia menekankan bahwa profesi apoteker memiliki posisi penting dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga lulusan yang dihasilkan harus memiliki kompetensi dan kesiapan profesional yang kuat.
“Profesi apoteker memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, lulusan Profesi Apoteker UNG harus memiliki kompetensi yang kuat, menjunjung tinggi etika profesional, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pelayanan kefarmasian,” ujar Eduart.
Untuk menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia profesional, UNG terus mengembangkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori.
Pembelajaran juga dipadukan dengan praktik, pengalaman klinis serta evaluasi kompetensi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk calon apoteker yang mampu menerapkan pengetahuan sekaligus memiliki keterampilan profesional dalam memberikan pelayanan kefarmasian.
Capaian kelulusan 92,3 persen pada UKOMNAS PDPA periode 2 tahun 2026 menjadi catatan positif bagi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UNG.
Hasil tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi institusi untuk terus melakukan penguatan mutu pendidikan agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi dan kompetensi profesional yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan bekal tersebut, lulusan Profesi Apoteker UNG diharapkan mampu mengambil peran dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kefarmasian.











